PONTIANAK - Mungkin Anda sering mendengar kabar bahwa mengonsumsi daging kambing dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti stroke, hipertensi, obesitas, atau bahkan sakit jantung.
Faktanya, Menurut dr Sungadi Santoso dari kanal YouTube SB30Health, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang secara spesifik membuktikan bahwa makan daging kambing bisa langsung menyebabkan penyakit-penyakit tersebut.
Namun, penting untuk dicatat bahwa bukan berarti kita boleh makan daging kambing (atau daging merah lainnya) sebanyak mungkin. Semua jenis makanan harus dikonsumsi dengan bijak dan seimbang.
Baca Juga: Rahasia Menyimpan Pete Tahan Berbulan-bulan, Anti Busuk
Gigi Manusia Dirancang Seperti Herbivora
Jika Anda melihat struktur gigi manusia, ada kemiripan dengan gigi herbivora seperti kuda.
Manusia hanya memiliki empat gigi taring, berbeda dengan hewan karnivora yang memiliki lebih banyak gigi taring untuk mengoyak daging.
Hal ini menunjukkan bahwa secara alami, tubuh kita lebih dirancang untuk mengonsumsi makanan nabati seperti buah-buahan dan sayuran.
Ini bukan berarti Anda tidak boleh makan daging, tetapi mengunyah dengan baik dan mengonsumsi daging dalam porsi yang wajar sangat penting.
Terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun, metabolisme tubuh mulai melambat, dan produksi enzim pencernaan berkurang. Konsumsi daging yang terlalu banyak dan cepat bisa menyebabkan perut kembung dan tidak nyaman.
Baca Juga: 6 Penyebab Sakit Kepala yang Tak Disadari dan Solusinya
Usus Manusia Lebih Mirip Herbivora
Selain gigi, usus manusia juga lebih mirip hewan herbivora yang memiliki usus lebih panjang untuk mencerna sayuran dan buah-buahan.
Sementara itu, hewan karnivora memiliki usus yang pendek karena daging cepat membusuk di dalam tubuh.
Jika Anda hanya makan daging tanpa sayuran, pencernaan bisa terganggu, dan ini bisa menyebabkan masalah seperti sembelit atau bahkan perasaan tidak nyaman di tubuh.
Baca Juga: Rahasia Orang Bahagia: 8 Kebiasaan Pagi yang Bisa Anda Terapkan
Konsumsi Daging Secara Bijak dan Seimbang
Kesimpulannya, meski daging kambing tidak langsung menyebabkan penyakit, konsumsi daging, terutama daging merah, harus seimbang dengan asupan sayur dan buah-buahan.
WHO merekomendasikan konsumsi 5-9 porsi buah dan sayuran setiap hari, dengan berbagai jenis dan warna untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh.
Selain itu, penting untuk mengatur porsi daging, terutama saat momen-momen tertentu seperti perayaan atau pesta.
Banyak orang merasa tidak nyaman atau bahkan jatuh sakit setelah konsumsi daging berlebihan, terutama jika sebelumnya tidak terbiasa makan daging dalam jumlah besar.
Jika Anda mendapatkan daging dalam jumlah banyak, lebih baik bagikan kepada orang lain atau simpan di kulkas daripada memaksakan diri mengonsumsi semuanya.
Konsumsi daging kambing atau daging merah lainnya bukanlah hal yang berbahaya jika dilakukan secara bijak.
Imbangi dengan sayuran dan buah-buahan agar tubuh tetap sehat. Konsumsi makanan secara seimbang dan perhatikan kesehatan pencernaan Anda. (mif)
Editor : Miftahul Khair