PONTIANAK - Apakah Anda sering merasakan tangan dan kaki berkeringat meski berada di ruangan sejuk?
Jika iya, Anda tidak sendiri. Kondisi ini dikenal sebagai hiperhidrosis, yang dapat menjadi gangguan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Meski sering dianggap sepele, penting untuk mengetahui penyebab dan gejala yang menyertainya.
Menurut dr Fransisca Halim dalam kanal Youtube Halo Sehat, berikut penyebabnya dan cara untuk mengatasinya.
Apa Itu Hiperhidrosis?
Hiperhidrosis adalah kondisi di mana seseorang mengalami keringat berlebihan, terutama di telapak tangan, kaki, dan ketiak.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor idiopatik atau tidak diketahui, tetapi juga bisa berhubungan dengan beberapa penyakit serius. Beberapa penyebab umum hiperhidrosis meliputi:
- Penyakit Terkait: Diabetes, menopause, kadar gula darah rendah, tumor adrenal, dan penyakit Parkinson.
- Obat-obatan: Penggunaan obat seperti fluoxetine, venlafaxine, dan opioid dapat memicu keringat berlebih.
- Faktor Lingkungan dan Psikologis: Stres, kecemasan, dan konsumsi makanan pedas serta minuman berkafein dapat memperburuk kondisi ini.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Selain keringat berlebihan, ada gejala lain yang mungkin menyertai kondisi ini.
Nyeri dada, sesak napas, dan detak jantung tidak teratur dapat menjadi tanda masalah jantung yang lebih serius.
Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Cara Mengatasi dan Mencegah Hiperhidrosis
Untuk mencegah keringat berlebih, beberapa langkah yang bisa diambil meliputi:
1. Hindari Kafein dan Makanan Pedas: Konsumsi kedua jenis ini dapat memicu keringat berlebihan.
2. Rutin Mandi: Menjaga kebersihan diri dapat mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme.
3. Relaksasi: Teknik meditasi dan pernapasan dalam dapat membantu mengurangi stres.
Pengobatan Medis yang Tersedia
Jika cara-cara di atas tidak efektif, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Beberapa pengobatan yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Iontophoresis: Prosedur ini melibatkan rendaman tangan dan kaki dalam air dengan arus listrik kecil.
- Injeksi Botox: Botox dapat memblokir saraf yang menyebabkan keringat berlebih.
- Obat Antikolinergik: Obat ini membantu menghambat keringat berlebih dan umumnya memerlukan waktu dua minggu untuk melihat perbaikan.
- Bedah Simpatektomi: Langkah ini hanya dilakukan pada kasus berat yang tidak merespons pengobatan lain.
Baca Juga: Kejuaraan Tarkam Kemenpora Diikuti Ratusan Atlet
Meskipun sebagian besar kasus hiperhidrosis tidak berbahaya, jika disertai gejala lain, sebaiknya tetap waspada.
Dengan memahami kondisi ini, Anda dapat lebih siap dalam menghadapinya.
Jika informasi ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya kepada sahabat dan keluarga. (mif)
Editor : Miftahul Khair