Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kekurangan Yodium: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghindarinya

Miftahul Khair • Senin, 21 Oktober 2024 | 13:22 WIB
Ilustrasi wanita memeriksa gondok ke dokter.
Ilustrasi wanita memeriksa gondok ke dokter.

KEKURANGAN yodium atau defisiensi yodium adalah penyebab utama terjadinya penyakit gondok maupun hipotiroid. Di Hari Defisiensi Yodium Sedunia (World Iodine Deficiency Day) yang diperingati setiap 21 Oktober setiap tahunnya, pontianakpost.jawapos.com akan membahas mengenai berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan zat yang satu ini.

Dilansir dari situs Halodoc, yodium atau iodium adalah komponen yang digunakan oleh kelenjar tiroid, untuk membuat hormon tiroid. Kekurangan yodium paling sering menyerang anak dan ibu menyusui.

Kekurangan yodium bisa memicu banyak masalah kesehatan, antara lain penyakit gondok dan hipotiroid. Kondisi ini dikenal sebagai Gangguan Akibat Kekurangan Iodium atau GAKI.

Selain pada anak dan ibu menyusui, kekurangan yodium juga bisa terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini akan meningkatkan risiko terjadinya keguguran, gangguan tumbuh kembang berupa kretinisme, hingga kematian janin.

Penyebab kekurangan yodium yang paling utama adalah asupan yodium yang tidak tercukupi dalam makanan yang dikonsumsi. Orang dewasa membutuhkan sekitar 150 mikrogram yodium setiap hari. Sementara itu, ibu hamil membutuhkan asupan yodium setidaknya 220 mikrogram setiap hari, dan ibu menyusui membutuhkan asupan yodium harian sebanyak 290 mikrogram perhari.

Supaya dapat memenuhi asupan yodium harian, berikut beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi seperti rumput laut, makanan laut, seperti kerang, udang, dan ikan tuna; garam beryodium, telur; serta produk olahan susu, seperti yoghurt, keju, dan es krim.

Kurangnya asupan yodium mengakibatkan terjadinya penurunan produksi hormon tiroid di dalam tubuh, sehingga menyebabkan penyakit hipotiroid dan penyakit gondok.

Hormon tiroid berperan penting dalam mengatur fungsi anggota tubuh. Apabila seseorang mengalami kekurangan hormon tiroid, gejalanya yaitu muncul benjolan di leher, rambut mengalami kerontokan, berat badan meningkat tanpa sebab, tubuh terasa mudah lelah dan lemah, sering merasa kedinginan, kulit kering dan pecah-pecah, mengalami gangguan menstruasi pada wanita, mengalami masalah pada irama jantung, serta terjadi penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir.

Sementara itu, kekurangan yodium pada ibu hamil memberikan dampak yang fatal untuk janin. Kondisi ini tersebut bisa mengakibatkan anak mengalami kretinisme (hipotiroid kongenital atau bawaan).

Kretinisme yang terjadi pada anak berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya, misalnya stunting, tuli, gangguan cara jalan, otot tegang, hingga kesulitan bicara.

Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan UNICEF dalam menggalakkan Universal Salt Iodization. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan yodium di seluruh Indonesia. Program tersebut meliputi produksi garam beryodium hingga penambahan yodium pada produk makanan yang diproses, seperti mie instan dan saus.

Guna mencegah terjadinya kekurangan yodium, setiap hari ibu hamil dapat mengonsumsi multivitamin yang memiliki kandungan yodium sebesar 150 mikrogram atau sesuai dengan saran dokter. Selain itu, ibu hamil juga perlu mengonsumsi makanan kaya yodium dan memasukkan garam beryodium ke asupan makanan harian. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#gondok #yodium #gejala