Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bahaya Mencabut Bulu Hidung, Bisa Berisiko Bagi Kesehatan

Miftahul Khair • Selasa, 4 Februari 2025 | 14:34 WIB
Ilustrasi seorang pria hendak mencabut hulu hidung.
Ilustrasi seorang pria hendak mencabut hulu hidung.

PONTIANAK POST - Banyak orang menganggap bulu hidung sebagai sesuatu yang mengganggu, terutama jika terlihat mencuat keluar.

Tidak sedikit yang kemudian mencabutnya demi alasan estetika atau kenyamanan.

Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan ini ternyata berbahaya?

Melansir dari Klik Dokter, mencabut bulu di dalam hidung bisa memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi hingga gangguan pernapasan.

Bahkan, dalam beberapa kasus, bisa berisiko menyebabkan komplikasi yang lebih serius.

Jadi, sebelum mencabutnya lagi, yuk pahami dulu dampaknya! 

  1. Peran Penting Bulu Hidung dalam Menyaring Kotoran

Bulu di dalam hidung bukan sekadar rambut biasa, melainkan memiliki fungsi penting dalam sistem pernapasan.

Klik Dokter menjelaskan bahwa bulu ini berperan sebagai penyaring alami yang menangkap debu, bakteri, dan partikel berbahaya sebelum masuk ke paru-paru.

Jika bulu ini dicabut, kemampuan hidung untuk menyaring udara jadi berkurang, sehingga kotoran lebih mudah masuk dan meningkatkan risiko infeksi. 

  1. Bisa Menyebabkan Infeksi Berbahaya

Mencabut bulu di area hidung bisa meninggalkan luka kecil di kulit. Masalahnya, hidung adalah tempat yang lembap dan kaya akan bakteri.

Luka tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri, yang akhirnya menyebabkan infeksi.

Salah satu infeksi serius yang bisa terjadi adalah nasal vestibulitis, yaitu peradangan pada bagian dalam hidung akibat bakteri Staphylococcus.

Jika infeksi ini menyebar, dampaknya bisa lebih parah dan sulit diatasi. 

  1. Risiko Infeksi Menyebar ke Otak

Mungkin terdengar mengerikan, tapi ini bukan sekadar isapan jempol. Menurut Klik Dokter, ada area di sekitar hidung yang disebut sebagai “segitiga bahaya wajah.”

Jika infeksi akibat mencabut bulu menyebar ke bagian ini, bakteri bisa masuk ke pembuluh darah dan berisiko mencapai otak.

Kondisi ini bisa memicu komplikasi serius, seperti meningitis atau trombosis sinus kavernosus, yang bisa mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat. 

  1. Bisa Memicu Masalah Pernapasan, Termasuk Asma

Karena bulu dalam hidung berfungsi menyaring udara, kehilangannya bisa membuat lebih banyak alergen masuk ke saluran pernapasan.

Jika seseorang memiliki riwayat alergi atau asma, kondisi ini bisa memperburuk gejala.

Debu dan partikel lain yang seharusnya terjebak di hidung akan langsung masuk ke paru-paru, sehingga risiko kambuhnya asma jadi lebih tinggi.

Oleh karena itu, mencabut bulu di dalam hidung bukan hanya masalah estetika, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan pernapasan. 

  1. Alternatif yang Lebih Aman

Jika bulu di dalam hidung terasa mengganggu, ada cara yang lebih aman daripada mencabutnya.

Salah satu solusinya adalah dengan memangkas bagian yang mencuat menggunakan gunting kecil khusus.

Pastikan gunting yang digunakan bersih agar tidak menyebabkan infeksi.

Hindari mencukur atau mencabutnya sampai ke akar, karena hal ini bisa meningkatkan risiko luka dan infeksi.

Dengan cara ini, kamu tetap bisa merasa nyaman tanpa mengorbankan kesehatan hidung. 

Meskipun terlihat sepele, kebiasaan mencabut bulu hidung ternyata bisa membawa berbagai risiko kesehatan, mulai dari infeksi ringan hingga komplikasi serius.

Oleh karena itu, jika ingin merapikannya, gunakan cara yang lebih aman seperti memangkasnya dengan gunting khusus.

Dengan begitu, fungsi hidung tetap terjaga dan kesehatan pernapasan pun tidak terganggu.

Jadi, masih mau nekat mencabutnya? (mif)

Editor : Miftahul Khair
#berisiko #Mencabut #kesehatan #bulu hidung