PONTIANAK POST - Idulfitri menjadi momen silaturahmi setelah menjalani puasa satu bulan penuh. Tidak lengkap rasanya jika melewatkan sajian makanan yang menggugah selera.
Namun perlu waspada, pasalnya menu makanan seperti opor, gulai, rendang, dan makanan lainnya, kerap kali memicu Kolesterol meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mengatur kembali asupan lemak dan kolesterol harian.
Ahli Gizi Rumah Sakit Sultan Syarif Mohammad Alkadrie, Ani Maulani tujuan mengatur asupan kolesterol dalam tubuh untuk memperbaiki kadar kolesterol dan mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang serius, seperti serangan jantung, penyakit jantung koroner, dan stroke.
Menurut Ani, prinsip cegah lemak dan kolesterol naik adalah dengan menghitung asupan kalori harian, membatasi asupan lemak jenuh dan lemak trans, memilih sumber lemak tak jenuh, mengkonsumsi protein berkualitas tinggi yang rendah lemak, mengkonsumsi protein nabati, seperti tempe, tahu, kacang polong, konsumsi makanan tinggi serat, dan tetap berolahraga rutin.
“Memasak dengan merebus, mengukus, mengungkep, menumis, memanggang atau membakar merupakan salah satu cara mengatur asupan lemak dan kolesterol agar tidak berlebihan,” ungkapnya.
Selain itu, gunakan minyak kedelai, minyak kacang tanah atau minyak jagung dalam jumlah terbatas , konsumsi daging tidak berlemak sebanyak 35 gr tiap kali makan, dan kuning telur makisimum 2 kali seminggu.
“Kadar kolesterol dalam tubuh yang terlalu tinggi, dapat memicu menumpuknya plak yang dapat menimbulkan munculya bekuan darah yang berpotensi menyumbat aliran darah ke jantung hingga mengakibatkan serangan jantung, sehingga perlunya menjaga kadar kolesterol dalam tubuh tetap stabil,” ujarnya.
Apoteker Juliyastin Randa Pagiling mengungkapkan kolesterol tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi setelah lebaran. Pasalnya, saat lebaran, seseorang cenderung tidak membatasi apapun yang ia konsumsi, mulai dari makanan berat seperti misalnya opor ayam, serta berbagai jenis camilan.
"Hal inilah yang bisa menyebabkan naiknya kadar kolesterol setelah Lebaran," ujarnya.
Makanan yang sering disajikan saat Lebaran cenderung tinggi lemak jenuh, seperti makanan bersantan, makanan yang digoreng, atau makanan yang dimasak menggunakan daging merah. Meski terasa lezat, namun mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan kadar kolesterol dalam tubuh meningkat.
Menurutnya, kadar kolesterol dikategorikan tinggi (hiperlipidemia) ketika menunjukkan hasil kolesterol total lebih dari 200 mg/dl, LDL lebih dari 100 mg/dl, HDL kurang dari 60 mg/dl dan trigliserida lebih dari 150 mg/dl.
Kolesterol tinggi merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung koroner (penyakit jantung akibat penyumbatan pembuluh darah). Untuk itu diperlukan obat untuk menurunkan kolesterol untuk mengurangi risiko penyakit tersebut.
“Obat kolesterol digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah terutama kolesterol LDL atau dikenal dengan kolesterol jahat,” imbuhnya
Beberapa jenis golongan obat kolesterol diantaranya golongan inhibitor Hmg Coa Reduktase (simvastatin, atorvastatin, rosuvastatin) dan golongan asam fibrat ( gemfibrozil, fenofibrat). Setiap obat akan menimbulkan efek samping yang berbeda, ada yang mual, nyeri perut ringan, pusing, perut kembung, nyeri kepala dan gejala yang lain.
“Pemilihan jenis obat akan bergantung pada kadar kolesterol spesifik, faktor risiko individu, dan respon tubuh terhadap pengobatan. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai pengobatan untuk kolesterol tinggi,” pungkasnya. (mrd/r)
Editor : Miftahul Khair