Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rahasia Turun Berat Badan Tanpa Diet Ketat? Coba Intermittent Fasting Sekarang!

Syeti Agria Ningrum • Kamis, 4 September 2025 | 17:30 WIB
Ilustrasi Intermittent fasting (IF) atau puasa intermiten.
Ilustrasi Intermittent fasting (IF) atau puasa intermiten.

PONTIANAK POST - Intermittent fasting (IF) atau puasa intermiten adalah pola makan yang mengatur kapan kamu makan, bukan apa yang kamu makan.

Jadi, kamu mengatur waktu makan dan puasa secara bergantian setiap hari atau beberapa kali seminggu.

Metode ini populer karena lebih fleksibel dibandingkan diet ketat, dan cocok bagi yang ingin fokus pada pola waktu makan tanpa terlalu membatasi jenis makanan.

Metode Intermittent Fasting yang Umum

Tiga metode paling sering digunakan antara lain:

- 16:8, Hanya makan selama 8 jam, lalu puasa selama 16 jam.

- 5:2, Makan normal 5 hari, dan membatasi kalori (sekitar 500–600) selama 2 hari.

- 24 jam, Puasa penuh selama 24 jam satu atau dua kali seminggu.

Masing-masing metode dapat disesuaikan dengan gaya hidup dan respons tubuh masing-masing orang.

Manfaat Berdasarkan Studi Ilmiah

Berdasarkan data dari Harvard dan Healthline, intermittent fasting berpotensi memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti:

- Menurunkan berat badan dan lemak tubuh

- Meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol gula darah

- Menurunkan tekanan darah serta kolesterol

- Merangsang perbaikan sel (autophagy)

Namun, sebagian besar penelitian jangka panjang pada manusia masih terbatas, sehingga IF tidak otomatis cocok untuk semua orang.

Siapa yang Cocok dan Tidak Cocok Menjalani IF?

Cocok untuk:

- Orang dengan jadwal sibuk

- Yang ingin mengurangi makan berlebihan

- Mereka yang tidak suka makan pagi

Tidak cocok untuk:

- Ibu hamil dan menyusui

- Pengidap gangguan makan

- Orang dengan kondisi medis tertentu

Sebelum memulai IF, sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu.

Tips Aman Memulai Intermittent Fasting

- Mulailah dari durasi ringan, misalnya 12:12, lalu perlahan naik ke 16:8

- Hindari makan berlebihan saat waktu makan

- Pastikan kebutuhan cairan tercukupi

- Fokus pada makanan bergizi, bukan hanya waktu makan

Dilansir dari Diet Doctor, kenyamanan dan keberlanjutan lebih penting daripada ketatnya jadwal program diet.

Apakah IF Lebih Efektif dari Diet Biasa?

Beberapa penelitian menunjukkan IF bisa seefektif diet rendah kalori dalam hal penurunan berat badan.

Namun, hasilnya sangat bergantung pada konsistensi dan pola makan saat “jendela makan”.

Intermittent fasting bukan solusi instan, melainkan salah satu alat bantu yang bisa efektif jika diterapkan dengan cara yang sehat. (*)

Editor : Miftahul Khair
#turunkan berat badan #puasa #sehat #diet #pola makan #Intermittent fasting