Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ini Risiko Kesehatan dari Konsumsi Ikan Asin Berlebihan

Syeti Agria Ningrum • Kamis, 11 September 2025 | 16:00 WIB
Hati-hati mengonsumsi ikan asin secara berlebihan, dapat menyebabkan penyakit berbahaya hingga kanker.
Hati-hati mengonsumsi ikan asin secara berlebihan, dapat menyebabkan penyakit berbahaya hingga kanker.

PONTIANAK POST - Ikan asin telah menjadi bagian penting dari hidangan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Aromanya khas, rasanya gurih, dan ketahanannya yang lama membuatnya populer di banyak daerah.

Bahkan, bahan makanan ini sering dianggap sebagai lauk pelengkap sederhana yang bisa meningkatkan nafsu makan.

Namun, dibalik kelezatannya, banyak penelitian modern mengingatkan bahwa mengonsumsinya secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan.

Proses pengawetan dengan garam dalam jumlah tinggi ternyata memicu terbentuknya zat berbahaya yang berisiko menyebabkan penyakit kronis, terutama kanker.

Berdasarkan temuan dari University of Nebraska–Lincoln (UNL Food), NDSU Agriculture Extension, PubMed, serta penjelasan dari American Society for Nutrition, ikan asin memang sebaiknya dibatasi dalam pola makan sehari-hari.

 Baca Juga: Cara Mudah Mengoreng Ikan Asin tanpa Terasa Asin

Kenapa Ikan Asin Bisa Berbahaya?

Proses pembuatannya melibatkan garam dalam jumlah tinggi. Garam berfungsi sebagai pengawet alami karena mampu menghambat pertumbuhan bakteri.

Namun, di sisi lain, kelebihan natrium berbahaya bagi tubuh karena dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani organ vital.

Lebih dari itu, saat ikan diawetkan dengan garam, terbentuklah senyawa nitrosamin. Menurut American Society for Nutrition, nitrosamin adalah zat karsinogen (pemicu kanker) yang terbukti dapat merusak sel tubuh.

Itulah mengapa konsumsi secara berlebihan, apalagi dalam jangka panjang, dianggap beresiko besar terhadap kesehatan.

Risiko Kanker Lambung

Salah satu risiko paling serius adalah kanker lambung. Studi yang diterbitkan di PubMed (2020), berjudul Pickled Vegetable and Salted Fish Intake and the Risk of Gastric Cancer, menemukan hubungan kuat antara konsumsi ikan asin, makanan asin, serta sayuran acar dengan meningkatnya risiko kanker lambung.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa kandungan garam tinggi dan senyawa karsinogenik di dalamnya dapat merusak lapisan lambung, menyebabkan peradangan kronis, dan dalam jangka panjang memicu perubahan sel menjadi kanker.

Semakin sering seseorang mengkonsumsinya , semakin besar pula kemungkinan lambungnya mengalami kerusakan permanen.

Risiko Kanker Nasofaring

Selain lambung, ikan asin juga dikaitkan dengan kanker nasofaring, yaitu kanker yang menyerang bagian belakang rongga hidung hingga tenggorokan.

Berdasarkan meta-analisis di PubMed (2022) dengan judul Salted Fish and Processed Foods Intake and Nasopharyngeal Carcinoma Risk, mengonsumsinya terbukti meningkatkan risiko kanker nasofaring, terutama jika dikonsumsi sejak kecil dan terus berlanjut hingga dewasa.

Kandungan nitrosamin di dalamnya dapat menempel pada dinding saluran pernapasan bagian atas dan merusak DNA sel sehat. Kerusakan inilah yang dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi kanker.

Dampak Lain bagi Kesehatan

Selain risiko kanker, kebiasaan makan ikan asin dalam jumlah besar juga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya:

1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Tingginya kadar natrium dalam ikan asin membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah meningkat, yang pada akhirnya membebani jantung.

2. Penyakit Jantung dan Stroke

Hipertensi yang tidak terkendali menjadi pintu masuk bagi penyakit jantung koroner dan stroke. Menurut berbagai penelitian, konsumsi makanan asin, termasuk ikan asin, berhubungan erat dengan kasus penyakit kardiovaskular.

3. Gangguan Ginjal

Ginjal bekerja keras membuang kelebihan natrium dari tubuh. Konsumsi ikan asin berlebih membuat ginjal cepat lelah, sehingga risiko penyakit ginjal kronis meningkat.

4. Dehidrasi dan Keseimbangan Elektrolit

Garam berlebih dalam tubuh dapat menarik cairan keluar dari sel, menyebabkan dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit. Hal ini membuat tubuh cepat lemas, mudah haus, dan rentan sakit kepala.

Baca Juga: Komunitas Ngacar’s Gelar Casbar Ikan Gabus di Jongkong

Bagaimana Cara Bijak Mengonsumsi Ikan Asin?

Meski berisiko, bukan berarti harus benar-benar dihindari. Ia dapat dikonsumsi dalam jumlah sedikit dan tidak sering.

Namun, ada beberapa langkah bijak yang bisa dilakukan untuk meminimalkan resikonya:

- Batasi konsumsi sesekali saja, jangan dijadikan menu harian.

- Perbanyak sayur dan buah segar, kandungan serat, vitamin, dan antioksidan dari sayur dan buah dapat membantu menetralkan dampak buruk makanan tinggi garam.

- Pilih yang diolah bersih, hindari yang berbau terlalu menyengat atau berwarna mencurigakan, karena bisa mengandung zat berbahaya tambahan.

- Minum air putih cukup membantu ginjal bekerja lebih efektif mengeluarkan kelebihan garam dari tubuh.

- Seimbangkan dengan sumber protein lain, ganti sebagian konsumsi dengan ikan segar, ayam, atau tempe yang lebih sehat. (*)

Editor : Miftahul Khair
#ikan asin #hipertensi #kanker #berlebihan #konsumsi #berbahaya #gangguan ginjal