PONTIANAK POST - Asam urat atau gout adalah salah satu jenis radang sendi (arthritis) yang sering menyerang masyarakat modern. Meski sering dianggap penyakit ringan karena “hanya” menimbulkan nyeri sendi, para ahli menegaskan bahwa gout dapat menimbulkan dampak serius jika dibiarkan.
Penyakit ini muncul akibat penumpukan kristal asam urat di dalam sendi, yang terbentuk ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi.
Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jutaan orang di seluruh dunia mengalami serangan gout setiap tahunnya, dan prevalensinya terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat modern.
Faktor risiko seperti pola makan tinggi purin (misalnya konsumsi berlebih daging merah, makanan laut tertentu, atau minuman manis), obesitas, serta konsumsi alkohol membuat gout semakin sering terjadi.
Laki-laki lebih berisiko terkena gout dibanding perempuan, meskipun risiko pada perempuan meningkat setelah menopause.
Tidak hanya sebatas rasa sakit sementara, Arthritis Foundation memperingatkan bahwa serangan gout berulang dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang. Kristal asam urat yang menumpuk dapat merusak jaringan sendi, memicu peradangan kronis, hingga menimbulkan benjolan keras yang disebut tofi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mengakibatkan cacat sendi dan penurunan kualitas hidup secara drastis. Gout tidak hanya berdampak pada persendian, tetapi juga dapat mempengaruhi organ lain, khususnya ginjal.
Kadar asam urat yang tinggi meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal dan masalah fungsi ginjal. Artinya, gout bukan sekadar penyakit nyeri sendi, melainkan kondisi medis serius yang bisa berakibat fatal bila diabaikan.
Dengan memahami bahaya yang ditimbulkan, penting bagi masyarakat untuk tidak meremehkan asam urat. Berikut merupakan bahaya yang ditimbulkan asam urat:
Bahaya Asam Urat Menurut Para Ahli
1. Nyeri Mendadak yang Mengganggu Aktivitas
Serangan gout biasanya datang tiba-tiba, sering kali di malam hari. Rasa sakit bisa sangat intens, hingga membuat penderita sulit berjalan atau bahkan tersentuh kain tipis sekalipun.
Serangan ini bisa berlangsung berhari-hari dan berulang kali kambuh. Jika dibiarkan, frekuensi serangan akan meningkat dan mengganggu produktivitas sehari-hari.
2. Risiko Kerusakan Sendi Permanen
Arthritis Foundation memperingatkan bahwa serangan gout yang tidak ditangani bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen.
Kristal asam urat yang menumpuk dapat membentuk tofi (benjolan keras di sekitar sendi), yang tidak hanya menyakitkan tetapi juga bisa merusak struktur tulang dan jaringan sendi. Dalam jangka panjang, penderita bisa mengalami keterbatasan gerak bahkan cacat sendi.
3. Komplikasi pada Ginjal
Bahaya gout tidak hanya menyerang sendi. Hospital for Special Surgery (HSS) menekankan bahwa kadar asam urat tinggi dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.
Kristal asam urat yang mengendap di saluran kemih bisa menimbulkan nyeri hebat, infeksi, bahkan risiko kerusakan ginjal permanen jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: Solusi Alami Redakan Asam Urat dengan Teh Herbal Alami, Alternatif Obat Mahal
4. Peradangan Kronis yang Melemahkan Tubuh
Serangan gout berulang memicu peradangan kronis. Menurut para ahli, peradangan jangka panjang ini bisa memperburuk kondisi kesehatan lain, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan sindrom metabolik.
Artinya, gout bukan sekadar masalah sendi, tapi juga pintu masuk untuk gangguan kesehatan yang lebih luas.
5. Dampak Psikologis dan Kualitas Hidup Menurun
Selain fisik, bahaya gout juga menyentuh aspek psikologis. Penderita sering merasa frustasi karena serangan bisa datang mendadak, mengganggu pekerjaan, aktivitas sosial, hingga tidur.
Arthritis Foundation menekankan bahwa rasa nyeri berulang ini berpotensi menurunkan kualitas hidup dan memicu stres berkepanjangan. (*)
Editor : Miftahul Khair