Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bahaya Minum Matcha Berlebihan: Risiko Anemia Hingga Palpitasi Jantung, Begini Penjelasan Ilmiahnya!

Syeti Agria Ningrum • Rabu, 24 September 2025 | 18:30 WIB
Ilustrasi minuman matcha.
Ilustrasi minuman matcha.

PONTIANAK POST - Dalam beberapa tahun terakhir, teh hijau bubuk Jepang menjadi salah satu minuman yang sangat populer, terutama di kalangan generasi muda dan mereka yang peduli pada gaya hidup sehat.

Minuman berwarna hijau cerah ini kerap dipuji karena kandungan antioksidannya yang tinggi, rasa yang khas, dan kemampuannya memberikan energi yang lebih stabil dibanding kopi. 

Matcha sering dianggap sebagai minuman sehat yang bisa meningkatkan fokus, memperbaiki mood, hingga mendukung metabolisme tubuh.

Tidak heran jika Si hijau kaya antioksidan kemudian menjadi tren masa kini, hadir dalam bentuk latte, smoothie, kue, hingga suplemen kesehatan.

Namun, dibalik semua manfaat tersebut, banyak pakar gizi menekankan pentingnya memahami efek samping yang mungkin muncul jika matcha dikonsumsi terlalu sering.

Sama seperti kopi atau teh hijau biasa, matcha juga mengandung zat-zat yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau tanpa memperhatikan pola makan secara keseluruhan.

Beberapa penelitian dan ahli nutrisi, mengingatkan bahwa konsumsi teh hijau bubuk Jepang berlebihan dapat berisiko mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko anemia.

Selain itu, kandungan kafein dalam teh hijau bubuk Jepang, meskipun lebih rendah dibanding kopi, tetap bisa menimbulkan palpitasi jantung atau jantung berdebar bila dikonsumsi tanpa kontrol.

Dengan memahami secara lebih detail hubungan antara konsumsi Si hijau kaya antioksidan, risiko anemia, dan palpitasi jantung, kita bisa lebih bijak dalam menikmatinya. 

Mengapa Matcha Bisa Menyebabkan Anemia?

Teh hijau bubuk Jepang mengandung zat bernama tanin yang bisa menghambat penyerapan zat besi non-heme, yaitu jenis zat besi yang banyak ditemukan pada sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Menurut Verywell Health, jika teh hijau bubuk Jepang diminum berdekatan dengan waktu makan, terutama makanan yang menjadi sumber zat besi nabati, maka penyerapan zat besi bisa terganggu.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko defisiensi zat besi yang akhirnya berkembang menjadi anemia.

Dilansir dari Health.com, bahwa kelompok yang paling rentan terkena dampaknya adalah:

- Wanita dengan menstruasi berat

- Vegetarian atau vegan yang hanya mengandalkan zat besi nabati

- Anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan

- Orang yang memang sudah memiliki riwayat anemia sebelumnya

Artinya, minum kaya antioksidan ini tidak berbahaya bagi semua kalangan, tetapi bagi kelompok rentan, konsumsi berlebihan bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Hubungan Matcha dengan Palpitasi Jantung

Selain risiko anemia, konsumsi matcha berlebihan juga bisa memicu palpitasi jantung atau rasa jantung berdebar. Hal ini disebabkan kandungan kafein dalam teh hijau bubuk Jepang.

Meskipun kafein Si hijau kaya antioksidan biasanya dianggap lebih “ringan” dibanding kopi karena diserap lebih lambat, The Independent mengingatkan bahwa jika diminum terlalu sering, kafein tetap bisa menimbulkan efek samping.

Gejalanya meliputi:

- Jantung berdebar atau detak jantung terasa tidak teratur

- Rasa gelisah atau cemas

- Kesulitan tidur

- Sakit kepala

Pada kasus tertentu, seseorang bisa mengalami kombinasi anemia akibat berkurangnya zat besi sekaligus palpitasi jantung akibat kafein berlebih, terutama jika pola makannya tidak seimbang.

Cara Aman Mengonsumsi Mathca

Untuk tetap bisa menikmati manfaat teh hijau bubuk Jepang tanpa khawatir efek samping, beberapa tips ini bisa diterapkan:

1. Batasi konsumsi harian

Sebaiknya tidak lebih dari 1–2 cangkir Si hijau kaya antioksidan per hari.

2. Jangan diminum bersamaan dengan makanan tinggi zat besi

Misalnya sayuran hijau, kacang-kacangan, atau suplemen zat besi. Tunggu sekitar 1–2 jam sebelum atau sesudah minum Si hijau kaya antioksidan.

3. Kombinasikan dengan pola makan sehat

Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin C (seperti jeruk, kiwi, atau paprika) karena vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

4. Perhatikan kondisi tubuh

Jika sering merasa lelah, pucat, atau jantung sering berdebar tanpa alasan jelas, sebaiknya periksakan ke dokter dan batasi konsumsi kafein, termasuk dari matcha.

Penutup

Matcha memang kaya manfaat, terutama sebagai sumber antioksidan dan energi alami.

Namun, bila diminum terlalu sering dan tidak bijak, Si hijau kaya antioksidan bisa menghambat penyerapan zat besi yang berujung pada anemia, serta memicu palpitasi jantung akibat kafein.

Nikmati teh hijau bubuk Jepang secukupnya, imbangi dengan pola makan sehat, dan selalu perhatikan kondisi tubuh.

Dengan cara ini, Anda bisa merasakan manfaat matcha tanpa harus khawatir efek sampingnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#jantung #waspada #risiko #konsumsi #palpitasi #anemia #matcha