Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Benarkah Nanas Bisa Memicu Keguguran? Cek Fakta Medisnya di Sini

Syeti Agria Ningrum • Senin, 29 September 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi wanita sedang memegang buah nanas.
Ilustrasi wanita sedang memegang buah nanas.

PONTIANAK POST - Nanas merupakan buah tropis yang populer di Indonesia karena rasanya yang manis, sedikit asam, dan menyegarkan. Meski begitu, di kalangan ibu hamil, nanas sering dianggap sebagai buah yang sebaiknya dihindari. 

Anggapan ini muncul karena adanya mitos bahwa konsumsi nanas dapat menyebabkan keguguran atau memicu persalinan prematur.

Mitos ini begitu kuat sehingga sebagian besar ibu hamil memilih menghindari nanas sepenuhnya. 

Namun, benarkah buah tropis ini berbahaya bagi ibu hamil?

Baca Juga: Manfaat Nanas untuk Kesehatan Tubuh,:Bisa Bantu Sembuhkan Luka

Kandungan Bromelain dan Asal Mula Mitos

Mitos buah tropis sebagai pemicu keguguran terutama disebabkan oleh keberadaan enzim bromelain. Enzim ini dikenal memiliki kemampuan melunakkan jaringan tubuh sehingga ditakutkan dapat memengaruhi serviks dan memicu kontraksi. 

Akan tetapi, menurut penjelasan dari The Bump, kadar bromelain dalam daging buah nanas yang biasa kita konsumsi sangat kecil dan tidak cukup kuat untuk menimbulkan efek pada kehamilan. 

Bahkan, kandungan bromelain yang lebih tinggi justru terdapat pada batang buah eksotis, bukan pada daging buahnya. Dengan kata lain, sulit membayangkan ibu mengandung mengkonsumsi nanas dalam jumlah yang cukup banyak hingga bisa menimbulkan efek yang signifikan pada rahim.

Pandangan Medis tentang Kandungan Nanas

Dari sudut pandang medis, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa nanas dapat menyebabkan keguguran.

Berdasarkan data yang dirujuk dari Parents, saat hamil sebaiknya mengkonsumsi buah tropis ini dalam porsi yang wajar.

Kekhawatiran yang sering muncul lebih disebabkan oleh sifat buah eksotis yang asam, yang bisa memperburuk keluhan heartburn atau refluks asam yang sering dialami ibu hamil. 

Sementara itu, Cloudnine Care juga menyatakan bahwa untuk benar-benar menimbulkan dampak pada kehamilan, seseorang harus mengkonsumsi buah tropis ini dalam jumlah sangat besar sekaligus, hal yang hampir mustahil terjadi dalam pola makan sehari-hari. 

Oleh sebab itu, konsumsi buah tropis ini secara normal tidak berhubungan langsung dengan risiko keguguran.

Baca Juga: Manfaat Luar Biasa Air Rendaman Nanas, Bantu Menurunkan Berat Badan Hingga Detoksifikasi Tubuh

Manfaat Nanas bagi Ibu Hamil

Selain aman dikonsumsi dalam jumlah wajar, nanas justru memiliki beragam manfaat bagi ibu hamil. Kandungan vitamin C pada buah tropis membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mendukung pembentukan jaringan janin. 

Buah tropis ini juga kaya akan serat yang dapat mengurangi masalah konstipasi, salah satu keluhan umum selama kehamilan.

Selain itu, buah eksotis ini mengandung banyak air yang membantu menjaga hidrasi tubuh, serta antioksidan yang berperan dalam melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. 

Menurut Cloudnine Care, manfaat mengkonsumsi buah eksotis bisa mendukung kesehatan ibu hamil, asalkan konsumsi buah tropis tetap dilakukan dalam porsi yang seimbang.

Hal-hal yang Perlu Diwaspadai

Walaupun aman dan bermanfaat, ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil perlu berhati-hati.

Keasaman nanas bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi mereka yang mengalami gangguan lambung atau GERD, terutama pada trimester akhir. 

Selain itu, ibu hamil dengan riwayat alergi terhadap buah tropis ini sebaiknya menghindari konsumsi buah ini karena dapat menimbulkan reaksi seperti gatal di mulut, ruam kulit, atau gangguan pencernaan. 

Jika dikonsumsi secara berlebihan, nanas juga berpotensi menimbulkan diare atau perut kembung. Oleh karena itu, kunci utama tetap terletak pada porsi dan memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Ibu Hamil #mitos #manfaat #medis #nanas #keguguran #fakta