Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kulit Ayam Nyoy Gemoy Viral di TikTok, Ini Fakta Medis Kandungan Kolesterol dan Tips Aman Mengonsumsinya

Syeti Agria Ningrum • Senin, 29 September 2025 | 15:00 WIB
Kulit ayam viral di TikTok gurih dan renyah, tapi tinggi kolesterol serta lemak jenuh. Simak fakta medis dan cara aman menikmatinya!
Kulit ayam viral di TikTok gurih dan renyah, tapi tinggi kolesterol serta lemak jenuh. Simak fakta medis dan cara aman menikmatinya!

PONTIANAK POST - Belakangan ini, di TikTok sedang viral konten tentang kulit ayam yang nyoy dan gemoy. Banyak warganet yang mengaku tergoda dengan tekstur gurihnya, bahkan ada yang bilang kalau makan ayam tanpa kulit rasanya kurang lengkap. 

Tidak bisa dipungkiri, kulit ayam memang memberikan sensasi renyah sekaligus gurih yang bikin nagih. Namun, dibalik kelezatan itu, muncul pertanyaan penting apakah kulit ayam aman dikonsumsi, atau justru menyimpan bahaya kesehatan? 

Jawabannya ada kaitannya dengan kandungan kolesterol dan lemak jenuh yang cukup tinggi.

Sejumlah penelitian ilmiah, termasuk yang dipublikasikan di Lipids in Health and Disease dan Journal Meat Technology, telah mengulas secara detail bagaimana kulit ayam berkontribusi terhadap asupan lemak “jahat” dan risiko kesehatan jangka

Kandungan Lemak pada Kulit Ayam

Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Lipids in Health and Disease, kulit ayam memiliki kandungan lipida total lebih tinggi dibandingkan bagian daging tanpa kulit.

Hal ini termasuk lemak jenuh (saturated fat) yang dikenal sebagai salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Lemak jenuh inilah yang kerap disebut sebagai “lemak jahat”. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) dalam darah.

LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan memicu penyumbatan arteri.

Kolesterol dalam Kulit Ayam

Selain lipida jenuh, penelitian yang diterbitkan dalam Journal Meat Technology menemukan bahwa lapisan lemak ayam juga mengandung kolesterol dalam jumlah signifikan.

Perbandingan antara ayam dengan kulit dan tanpa kulit menunjukkan adanya perbedaan nyata, terutama pada bagian dada dan paha ayam.

Yang menarik, proses pemasakan juga berpengaruh. Penelitian tersebut mencatat bahwa kadar kolesterol pada ayam bisa meningkat setelah diproses panas tertentu.

Artinya, cara mengolah ayam (digoreng, dipanggang, atau direbus) ikut menentukan seberapa besar asupan kolesterol yang masuk ke tubuh kita.

Dampak Kesehatan Konsumsi Kulit Ayam

Mengkonsumsi lapisan lemak ayam sesekali tentu tidak masalah, apalagi bila porsinya kecil dan diimbangi gaya hidup sehat.

Namun, bila dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan, potensi risiko yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Peningkatan kadar kolesterol darah – terutama kolesterol LDL.

2. Risiko penyakit jantung – akibat penumpukan plak di pembuluh darah.

3. Kenaikan berat badan – karena lapisan lemak ayam memiliki kalori lebih tinggi.

4. Masalah metabolisme – bila asupan lemak jenuh terlalu dominan dalam pola makan harian.

Baca Juga: Resep Nuget Ayam Homemade Isi Keju Lumer, Bekal Anak Praktis dan Lezat

Tips Aman Konsumsi Kulit Ayam

Agar tetap bisa menikmati lapisan lemak ayam tanpa mengorbankan kesehatan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

- Batasi frekuensi dan porsi: Jangan menjadikan kulit ayam sebagai makanan sehari-hari.

- Perhatikan cara masak: Menggoreng dengan minyak banyak bisa menambah kandungan lapida jenuh. Memanggang atau air fryer bisa jadi alternatif lebih sehat.

- Seimbangkan dengan makanan lain: Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan sumber lapida sehat seperti ikan atau alpukat.

- Aktif bergerak: Aktivitas fisik membantu tubuh mengolah lapida dan menjaga kesehatan jantung.

Lapisan lemak ayam memang menggoda dengan teksturnya yang gurih dan renyah, apalagi saat sedang viral di media sosial. 

Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit ayam mengandung lipida jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi.

Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, hingga gangguan metabolisme.

Bukan berarti lapisan lemak ayam harus dihindari sepenuhnya, tetapi kuncinya ada pada kontrol porsi, cara memasak, dan keseimbangan pola makan.

Dengan begitu, kita tetap bisa menikmati kulit ayam yang nyoy gemoy, tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang. (*)

Editor : Miftahul Khair
#kulit ayam #kolesterol #lemak jahat