PONTIANAK POST - Kopi sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup modern. Di Indonesia, tren minum berkafein mulai dari kopi hitam, kopi susu kekinian, hingga varian es kopi manis terus meningkat, terutama di kalangan anak muda.
Selain untuk menemani aktivitas sehari-hari, banyak orang menjadikan minuman berkafein sebagai ritual untuk meningkatkan fokus, memperbaiki mood, hingga bersosialisasi.
Namun, dibalik kepopulerannya, muncul pertanyaan yang cukup sering dibicarakan: "Apakah kopi susu, bisa memicu jerawat atau breakout pada kulit?".
Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Banyak orang mengaku kulit mereka lebih mudah berjerawat setelah mengkonsumsi minuman berkafein, khususnya jika ditambah susu atau gula.
Meski begitu, hubungan antara minuman berkafein dan jerawat tidak sesederhana “minuman berkafein penyebab jerawat”.
Para ahli menyebutkan bahwa dampak kopi pada kulit dipengaruhi oleh banyak faktor lain, termasuk pola makan, gaya hidup, kadar hormon, hingga kualitas tidur seseorang.
Bagaimana Kafein Mempengaruhi Kulit?
Menurut rujukan data dari Healthline, minuman berkafein pada dasarnya tidak langsung menyebabkan jerawat.
Akan tetapi, kandungan kafein dalam minuman berkafein memiliki efek pada sistem hormon tubuh, terutama hormon stres kortisol.
- Peningkatan kortisol, saat kadar kortisol naik, tubuh akan merespons dengan meningkatkan produksi minyak (sebum) pada kulit. Sebum berlebih dapat menumpuk di pori-pori dan menjadi salah satu pemicu jerawat.
- Gangguan pola tidur, kafein yang dikonsumsi berlebihan, terutama di malam hari, bisa mengganggu kualitas tidur. Padahal, kurang tidur telah terbukti membuat kulit lebih rentan terhadap peradangan dan breakout.
- Respon stres tubuh, kafein juga dapat meningkatkan rasa cemas. Stres dan kecemasan diketahui berkontribusi terhadap ketidakseimbangan hormon, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan kulit.
Dengan kata lain, minuman berkafein bukanlah penyebab langsung, tetapi faktor yang bisa memperburuk kondisi kulit yang memang sudah rentan berjerawat.
Baca Juga: Mitos dan fakta seputar kopi, Benarkah bikin jantung berdebar? Cek Di Sini
Kombinasi antara Kopi dan Susu yang Membuat Radang
Banyak orang lebih memilih minuman berkafein ditambah susu atau kopi dengan tambahan gula dibanding yang hitam.
Menurut data rujukan dari Medical News Today, justru bahan tambahan inilah yang sering kali menjadi pemicu utama masalah kulit.
- Produk Susu sapi mengandung hormon seperti IGF-1 (Insulin-like Growth Factor-1) yang dapat meningkatkan produksi sebum dan merangsang peradangan. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi produk susu dan risiko breakout yang lebih tinggi.
- Gula Tambahan menyebabkan lonjakan insulin dalam darah. Insulin tinggi dapat memicu peradangan sistemik dan meningkatkan aktivitas kelenjar minyak. Dampaknya, kulit lebih mudah mengalami breakout.
- Kombinasi susu + gula + kafein membuat risiko jerawat semakin meningkat, terutama bagi mereka yang sudah memiliki kulit berminyak atau sensitif.
Inilah sebabnya mengapa orang yang hanya minum berkafein hitam mungkin tidak mengalami masalah kulit sebesar mereka yang rutin minum minuman berkafein ditambah susu manis.
Perspektif Ilmiah dari Dermatologi
Sebuah artikel ilmiah dalam Journal of the American Academy of Dermatology (JAAD) menjelaskan bahwa efek minuman berkafein terhadap kulit tidak bisa digeneralisasi. Ada beberapa poin penting dari tinjauan tersebut:
- Kopi kaya antioksidan, dan mengandung polifenol yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Dalam jangka panjang, antioksidan ini bisa membantu mencegah penuaan dini.
- Efek negatif muncul karena pola konsumsi berlebihan, ditambah gula dan susu, serta dibarengi pola hidup kurang sehat, maka potensi jerawat lebih besar.
- Faktor individu berbeda, ada orang yang tetap memiliki kulit sehat meski rutin minum kafein susu, sementara yang lain cepat breakout. Hal ini tergantung kondisi hormonal, sensitivitas kulit, dan gaya hidup.
Minuman berkafein sendiri bisa memberi manfaat bagi kesehatan kulit, tetapi jika cara konsumsinya tidak tepat, manfaat tersebut bisa berbalik menjadi risiko.
Bagaimana Cara Menikmati Kopi Tanpa Merusak Kulit?
Kabar baiknya, kamu tetap bisa menikmati minuman berkafein tanpa harus terlalu khawatir dengan jerawat.
Berikut beberapa tips yang direkomendasikan oleh ahli kulit dan sumber medis:
1. Pilih kopi hitam tanpa gula dan susu
Jika kulitmu rentan berjerawat, cobalah beralih ke kopi hitam. Rasanya memang lebih pahit, tapi lebih aman untuk kulit.
2. Batasi jumlah kafein harian
Sebaiknya tidak lebih dari 1–2 cangkir sehari. Konsumsi berlebihan hanya akan meningkatkan stres hormon dan mengganggu tidur.
3. Perhatikan reaksi kulitmu
Setiap orang berbeda. Jika breakout sering muncul setelah minum kafein ditambah susu, coba hentikan sementara untuk melihat perbedaannya.
4. Seimbangkan dengan pola makan sehat
Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih. Pola makan seimbang dapat mengurangi efek negatif minuman berkafein.
5. Konsultasi ke dermatologis
Jika breakout terus muncul meskipun sudah mengurangi minuman berkafein atau gula, sebaiknya periksakan ke dokter kulit.
Minuman berkafein ditambah susu dan gula bisa berkontribusi pada timbulnya jerawat, meskipun bukan penyebab tidak spesifik.
Kafein dapat mempengaruhi hormon stres. Efek minuman berkafein pada kulit sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan kondisi individu.
Jadi, kuncinya bukan sekadar berhenti minum minuman berkafein, melainkan mengatur cara konsumsi dan menjaga keseimbangan pola hidup sehat. (*)
Editor : Miftahul Khair