PONTIANAK POST – Tahukah Anda bahwa gastroesophageal reflux disease (GERD) bukan selalu kondisi yang harus dialami seumur hidup?
Banyak orang mengira penyakit ini hanya bisa dikendalikan, bukan disembuhkan.
Lantas, benarkah GERD bisa pulih sepenuhnya? Temukan jawabannya di sini.
Dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc dalam tulisannya menjelaskan, GERD terjadi ketika asam lambung berulang kali mengalir naik ke kerongkongan, saluran yang seharusnya hanya dilalui makanan.
Kondisi ini memicu peradangan dan menimbulkan sensasi nyeri serta rasa tidak nyaman di dada.
Tidak seperti lambung yang memiliki lapisan pelindung khusus, kerongkongan tidak dirancang untuk menghadapi paparan asam lambung sehingga mudah mengalami iritasi.
Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, iritasi tersebut dapat berkembang menjadi luka pada dinding kerongkongan dan memicu komplikasi yang lebih serius.
Oleh karena itu, diperlukan langkah penanganan yang tepat untuk mengatasi keluhan akibat GERD, antara lain sebagai berikut:
1. Perubahan Pola Makan
Salah satu langkah sederhana untuk mencegah GERD adalah lebih selektif dalam memilih makanan.
Konsumsi makanan asam, pedas, kopi, dan cokelat sebaiknya dibatasi karena jenis makanan ini dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung.
Selain itu, pola makan juga berperan penting. Mengonsumsi makanan lebih sering dengan porsi kecil dapat membantu meringankan kerja lambung dan mengurangi risiko naiknya asam ke kerongkongan.
Baca Juga: Makanan Penetral Asam Lambung: 9 Rekomendasi Terbaik untuk Penderita GERD
2. Modifikasi Gaya Hidup
Selain rutin berolahraga, menghentikan kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi alkohol juga terbukti efektif membantu menekan produksi asam lambung sehingga risiko kambuhnya gejala GERD dapat diminimalkan.
3. Pengobatan
Jika perubahan pola makan dan gaya hidup belum mampu meredakan keluhan GERD, penggunaan obat-obatan dapat menjadi langkah lanjutan yang efektif.
Obat dari golongan antasida bekerja dengan menetralkan asam lambung yang berlebih sehingga keluhan cepat mereda.
Sementara itu, obat golongan proton pump inhibitor (PPI) berperan menekan produksi asam lambung, membantu proses penyembuhan, serta mencegah gejala kambuh kembali.
Baca Juga: Jangan Abaikan GERD! Penyakit yang Diam-diam Merusak Tubuh Anda, Ini Bahayanya
4. Pembedahan
Pada kasus GERD dengan tingkat keparahan tinggi, ketika terapi lain tidak lagi memberikan hasil optimal, tindakan pembedahan dapat menjadi opsi terakhir.
Prosedur seperti fundoplication dan keyhole surgery dirancang untuk mencegah aliran balik asam lambung, dengan tingkat keberhasilan yang dilaporkan melebihi 90 persen.
Secara medis, penanganan GERD yang bersifat definitif memang hanya dapat dicapai melalui pembedahan.
Meski demikian, bagi sebagian besar pasien, kombinasi perubahan pola makan, modifikasi gaya hidup, serta penggunaan obat yang tepat sudah cukup efektif untuk mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan dalam jangka panjang. (*)
Editor : Miftahul Khair