PONTIANAK POST - Stres berkepanjangan bukan hanya memengaruhi pikiran, tapi juga lingkar pinggang.
Ade Rai menjelaskan bagaimana teknik atur nafas yang salah dapat meningkatkan hormon kortisol dan insulin, pemicu utama penumpukan lemak.
Dalam episode terbaru kanal YouTube Dunia Ade Rai, Ade Rai membahas hubungan antara stres, sistem saraf, dan lemak perut.
Ia menjelaskan bahwa tubuh memiliki dua sistem utama, yakni Sympathetic nervous system (fight or flight) dan Parasympathetic nervous system (rest and digest).
Jika stres mendominasi, tubuh terus berada dalam mode siaga. Detak jantung naik, tekanan darah meningkat, dan gula darah melonjak.
Baca Juga: 5 Olahraga Efektif untuk Mengecilkan Perut Buncit di Rumah
Dampak Hormon terhadap Lemak Perut
Ketika kortisol tinggi:
- Tubuh mencari energi cepat (gula)
- Insulin diproduksi lebih banyak
- Lemak lebih mudah disimpan
Kondisi ini dikenal luas berkaitan dengan obesitas dan resistensi insulin. Sebaliknya, saat tubuh rileks:
- Pencernaan optimal
- Asam lambung (HCl) diproduksi cukup
- Imunitas meningkat
- Tidur lebih nyenyak
- Pemulihan lebih cepat
Nafas Sama Dengan Cermin Pikiran
Ade Rai menekankan bahwa pola nafas mencerminkan kondisi mental. Nafas cepat dan pendek identik dengan stres. Nafas panjang dan pelan identik dengan ketenangan.
Ia menyarankan untuk melatih kesadaran nafas setiap hari. Bahkan beberapa aktivitas seperti olahraga, bernyanyi, berdoa, atau meditasi secara alami melatih ritme pernapasan.
Lebih lanjut, Ade Rai juga menyinggung konsep neuroplasticity, kemampuan otak membentuk jalur saraf baru.
Kebiasaan mengatur nafas dapat melatih respons tubuh agar lebih tenang menghadapi tekanan. Semakin sering dilatih, semakin kuat jalur respons relaksasi tersebut.
Baca Juga: Bahaya Olahraga Saat Perut Kosong, Ini Dampaknya bagi Kesehatan
Jika dilakukan konsisten, manfaatnya meliputi:
- Mengurangi produksi kortisol
- Menurunkan risiko resistensi insulin
- Memperbaiki sistem metabolisme
- Meningkatkan kualitas tidur
- Mendukung kesehatan jantung
- Membantu kontrol berat badan
Ade Rai menegaskan bahwa mengatur nafas bukan trik instan mengecilkan perut. Namun, sebagai bagian dari gaya hidup sehat, teknik ini membantu mengontrol hormon dan metabolisme.
“Kita tidak bisa menghindari stres, tapi kita bisa mengatur respons tubuh terhadap stres,” tutupnya. (*)
Editor : Miftahul Khair