Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kenapa Anak Muda Kini Banyak yang Gagal Ginjal? Dokter Ungkap Gaya Hidup Jadi Penyebab Utama

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:00 WIB

ilustrasi gagal ginjal.
ilustrasi gagal ginjal.

PONTIANAK POST - Gagal ginjal dulu identik dengan usia lanjut. Kini, ruang cuci darah justru dipenuhi pasien usia 30-40 tahun. Bahkan tak sedikit yang masih berusia 20-an.

Fenomena ini juga menjadi perhatian dr. Decsa Medika Hertanto Melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng, yang melihat langsung pergeseran usia pasien dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya kedatangan kolega dari Belanda, dan dia kaget melihat pasien di sini banyak yang muda,” ujarnya.

Baca Juga: Benarkah Makan Jengkol Bisa Bikin Gagal Ginjal? Simak Fakta dan Mitos Djenkolism di Sini!

Pola Makan Berat Tiga Kali Sehari

Salah satu faktor yang menonjol adalah pola makan. Di Indonesia, kebiasaan makan tiga kali dengan menu berat, nasi, lauk, gorengan, santan, menjadi rutinitas harian.

Bandingkan dengan beberapa negara Eropa seperti Leiden, di mana sarapan dan makan malam cenderung ringan.

Konsumsi garam dan gula tinggi dalam jangka panjang meningkatkan risiko: hipertensi, diabetes, dan kerusakan pembuluh darah ginjal

Kurang Gerak dan Minim Aktivitas Fisik

Motor dan mobil menggantikan jalan kaki. Aktivitas fisik menurun drastis. Padahal tubuh dirancang untuk bergerak.

Organ-organ, termasuk ginjal dan jantung, membutuhkan aliran darah optimal yang dipicu aktivitas fisik.

Tanpa olahraga, pembuluh darah lebih cepat kaku. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berujung pada stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal.

Baca Juga: Minum Kopi Tak Sekadar Bikin Melek, Dokter Ungkap Manfaatnya untuk Ginjal

Obat Nyeri dan Alkohol: Ancaman Diam-diam

Kebiasaan minum obat pegal linu tanpa pengawasan medis juga menjadi penyebab tersembunyi. Obat anti-nyeri golongan NSAID yang dikonsumsi rutin dapat merusak struktur ginjal secara perlahan. Kerusakan ini sering tidak disadari hingga fungsi ginjal sudah menurun signifikan.

Begitu pula dengan konsumsi alkohol berlebihan. Dalam jangka panjang, alkohol menyebabkan kekakuan pembuluh darah dan fibrosis pada ginjal.

Yang lebih berbahaya adalah alkohol oplosan yang mengandung metanol. Zat ini bisa menyebabkan gagal ginjal akut bahkan kebutaan.

Penyakit Imun yang Tak Terasa

Selain gaya hidup, ada pula faktor imun seperti IgA nefropati. Penderitanya bisa tampak sehat, tanpa hipertensi atau diabetes, tetapi fungsi ginjal perlahan menurun.

Karena itu, pemeriksaan urine sederhana setahun sekali menjadi langkah penting deteksi dini.

Gagal ginjal, stroke, dan penyakit jantung kini menjadi tiga besar pembiayaan kesehatan nasional. Ketiganya memiliki benang merah yang sama, gaya hidup.

“Jangan menunggu sakit. Kesehatan itu tanggung jawab pribadi,” tegas dr. Decsa.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan, bekerja keras boleh, tetapi menjaga tubuh tetap prioritas.

Baca Juga: Tips Jaga Kesehatan Ginjal dengan Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat

Karena ketika ginjal sudah rusak, terapi yang tersedia hanyalah cuci darah seumur hidup atau transplantasi. Dan itu bukan pilihan yang ringan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#usia muda #pola makan #gagal ginjal #gaya hidup