PONTIANAK POST - Dokter dan edukator kesehatan Adam Prabata mengungkap bahwa aktivitas sederhana seperti jalan kaki selama 20 menit dapat meningkatkan kinerja otak secara signifikan.
Temuan ini didukung oleh penelitian ilmiah yang menunjukkan adanya lonjakan aktivitas otak setelah aktivitas fisik ringan.
Jalan Kaki Singkat, Dampak Besar untuk Otak
Melalui unggahan di platform X pada (9/4), Adam Prabata menyebut bahwa jalan kaki dengan durasi singkat bisa membuat otak lebih “nyala” dibanding hanya duduk diam.
Baca Juga: Hanya dengan Jalan Kaki Bisa Turunkan Berat Badan dan Sembuhkan Penyakit Kronis
“Cuma 20 menit jalan kaki bisa bikin otak lebih ‘nyala’ dibanding duduk diam!” tulisnya.
Ia merujuk pada penelitian oleh Charles Hillman (2009) yang mengkaji efek jalan kaki di treadmill terhadap fungsi kognitif.
Aktivitas Otak Meningkat Signifikan
Dalam penelitian tersebut, anak-anak yang berjalan kaki selama 20 menit dengan intensitas sedang, cukup untuk berkeringat namun masih bisa berbicara santai, menunjukkan peningkatan aktivitas otak yang signifikan.
Baca Juga: Manfaat Jalan Kaki untuk Ibu Hamil
“Setelah 20 menit jalan kaki dengan kecepatan sedang, aktivitas otak meningkat signifikan dibanding pas duduk istirahat,” jelas Adam Prabata.
Hasil pemindaian menunjukkan perubahan mencolok pada aktivitas otak, dari yang semula rendah menjadi lebih aktif.
“Warna biru (aktivitas rendah) berkurang, diganti warna merah dan kuning (aktivitas tinggi) di area otak yang penting buat fokus, kreativitas, dan pemrosesan informasi,” paparnya.
Solusi Sederhana untuk Fokus dan Produktivitas
Adam Prabata menekankan bahwa aktivitas ini bisa menjadi solusi praktis di tengah rutinitas harian, terutama bagi mereka yang banyak duduk dalam waktu lama.
“Kalau mau ide lancar dan otak lebih segar, coba deh selipin sesi jalan kaki singkat di tengah aktivitas,” sarannya.
Temuan ini memperkuat pentingnya aktivitas fisik ringan sebagai bagian dari gaya hidup sehat, tidak hanya untuk tubuh tetapi juga untuk meningkatkan fungsi otak dan produktivitas sehari-hari. (*)
Editor : Miftahul Khair