Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hati-Hati Doomscrolling Sebelum Tidur, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 13 April 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi kebiasaan doomscrolling sebelum tidur. (FREEPIK)
Ilustrasi kebiasaan doomscrolling sebelum tidur. (FREEPIK)

PONTIANAK POST - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat tentang bahaya kebiasaan doomscrolling sebelum tidur. Aktivitas yang awalnya hanya lima menit buka media sosial kerap berujung berjam-jam tanpa disadari dan berdampak pada kesehatan mental.

Melalui unggahan di Instagram, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan fenomena doomscrolling sebagai kebiasaan melihat konten tanpa tujuan yang jelas dalam waktu lama.

“Siapa nih yang niatnya cuma mau buka media sosial lima menit sebelum tidur, tapi malah keterusan sampai tiga jam?”

Baca Juga: Kecanduan Scrolling Bisa Merusak Otak Lebih Serius daripada Alkohol. Cari Tahu Efek dan Cara Mengatasinya di Sini!

Konten pendek di platform seperti TikTok dan Instagram disebut dapat memicu emosi yang tidak stabil karena informasi yang beragam dan cepat berganti.

Dampak ke Kesehatan Mental

Alih-alih membuat tubuh rileks sebelum tidur, kebiasaan ini justru membuat otak terus aktif.

“Alih-alih beristirahat, otak kita malah mendapat lonjakan dopamin negatif yang bisa memicu masalah kesehatan jiwa,” terang Menkes.

Baca Juga: Rutin Yoga Setiap Hari, Begini Manfaat Nyatanya pada Tubuh dan Kesehatan Mental

Paparan konten tanpa henti dapat menyebabkan kelelahan mental, gangguan tidur, hingga meningkatkan risiko stres dan kecemasan.

Cara Mengatasi Doomscrolling

Untuk menghindari dampak buruk tersebut, Budi Gunadi Sadikin membagikan beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:

1. Aktifkan fitur pembatas waktu aplikasi

Gunakan fitur App Time Limit dan batasi penggunaan media sosial maksimal 30 menit per hari.

2. Hapus aplikasi dari layar utama

Tujuannya agar akses tidak terlalu mudah dan mengurangi kebiasaan membuka aplikasi secara refleks.

3. Sembunyikan aplikasi di folder terdalam

Semakin sulit diakses, semakin kecil kemungkinan digunakan secara berlebihan.

“Intinya, buat aksesnya seribet mungkin!”

Baca Juga: Hati-Hati Flexing Ibadah di Media Sosial, Ini Bahaya Sum’ah yang Bisa Menghapus Pahala

Kendalikan, Jangan Dikendalikan

Di akhir pesannya, Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya kesadaran dalam menggunakan teknologi.

“Jangan sampai alat yang diciptakan untuk memudahkan hidup malah mengendalikan rutinitas kita,” kata dia.

Ia pun menutup dengan pertanyaan reflektif. “Kalian yang mengendalikan handphone, atau handphone yang mengendalikan kalian?”

Baca Juga: Suplemen Ajaib di Media Sosial: Ketika Influencer Menjadi Dokter Dadakan

Kebiasaan kecil seperti doomscrolling sebelum tidur mungkin terlihat sepele, tetapi jika dibiarkan, dapat berdampak besar pada kesehatan mental dan kualitas hidup. (*)

Editor : Miftahul Khair
#bahaya doomscrolling #media sosial #stres #kesehatan mental