PONTIANAK POST - Sebagian besar kasus serangan jantung ternyata bisa dicegah dengan langkah sederhana. Dr. Adam Prabata mengungkap sekitar 80 persen kasus dapat dihindari dengan menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari.
Serangan jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Namun, fakta mengejutkan disampaikan oleh dr. Adam Prabata yang menyebut bahwa sebagian besar kasus sebenarnya dapat dicegah.
Dalam unggahannya di platform X pada (16/4), ia menuliskan bahwa sekitar 80 persen serangan jantung bisa dihindari melalui perubahan gaya hidup.
Baca Juga: Taman Sehati, Ruang Edukasi Flora dan Fauna di Jantung Pontianak
Menurutnya, langkah pencegahan tersebut tidaklah rumit dan bahkan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Beberapa cara utama yang disarankan antara lain adalah rutin berolahraga, menjaga pola makan sehat, serta memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjauhi kebiasaan merokok yang menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
Baca Juga: Manfaat Bunga Pepaya untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan dan Baik untuk Jantung
“80% kasus serangan jantung sebenarnya dapat dicegah,” tulisnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan penyakit jantung tidak selalu memerlukan langkah yang kompleks, melainkan konsistensi dalam menjalani gaya hidup sehat.
“Dan cara pencegahannya ada di depan mata kita yaitu: Olahraga teratur, Menjaga pola makan, Istirahat yang cukup, Jangan merokok!” imbuhnya.
Para ahli kesehatan selama ini juga menekankan bahwa kombinasi aktivitas fisik, pola makan seimbang, dan istirahat cukup dapat membantu menjaga kesehatan jantung serta menurunkan risiko penyakit kronis.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap faktor risiko, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan sejak dini. (*)
Editor : Miftahul Khair