PONTIANAK POST - Selama ini kaki sering kali hanya dianggap sebagai penopang tubuh. Padahal, kekuatan otot kaki memiliki peran krusial dalam mendukung kinerja jantung.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUA, dr. Nur Sulastri, Sp.K.F.R., menegaskan bahwa melatih kekuatan kaki adalah investasi terbaik untuk sistem kardiovaskular.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, dr. Nur menyarankan kombinasi antara latihan aerobik dan latihan beban. Latihan aerobik idealnya dilakukan 3 hingga 5 kali seminggu, sedangkan penguatan otot cukup 2 hingga 3 kali seminggu.
Baca Juga: Apakah Lari Bisa Bikin Kurus? Begini Penjelasan Dokter
Mulai Bertahap, Jangan Dipaksa
Bagi Anda yang baru memulai gaya hidup aktif, dr. Nur memberikan tips agar tidak langsung memaksakan diri. Durasi ideal olahraga memang berkisar antara 30 hingga 60 menit per sesi, namun pemula bisa memulainya dari durasi pendek.
"Boleh dimulai dari 10 atau 15 menit dulu per sesi, kemudian intensitasnya ditingkatkan pelan-pelan secara bertahap," ujar dokter berusia 43 tahun tersebut, dikutip dari Jawapos.
Rekomendasi Olahraga untuk Kondisi Khusus
Pemilihan jenis olahraga sangat bergantung pada kondisi fisik seseorang, terutama bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih (obesitas) atau lansia.
1. Untuk Obesitas
Sangat disarankan memilih olahraga yang rendah benturan (low impact) guna melindungi sendi.
Baca Juga: Rahasia Otot Kaki Kuat untuk Menjaga Kesehatan Jantung Anda
"Pilih sepeda statis atau berenang. Olahraga lari sebaiknya dihindari bagi orang dengan beban tubuh besar karena bisa mempercepat kerusakan sendi," tegas dr. Nur.
2. Untuk Lansia
Karena adanya risiko gangguan sendi, jenis olahraga harus dipilih yang paling aman bagi persendian namun tetap efektif menguatkan otot.
Baca Juga: 5 Olahraga Ini Bakar Kalori Lebih Banyak dari Lari, Efektif Turunkan Berat Badan
3. Penderita Penyakit Jantung
Olahraga tetap diperbolehkan asalkan kondisi fisik stabil dan terkendali. Latihan harus dimulai dengan intensitas rendah dan wajib dievaluasi secara berkala oleh tenaga medis.
Kaki Kuat, Beban Jantung Ringan
Menurut dr. Nur, otot kaki yang kuat berfungsi sebagai "pompa kedua" yang membantu mengalirkan darah kembali ke jantung. Dengan otot kaki yang terlatih, beban jantung dalam memompa darah akan menjadi lebih ringan.
Latihan tidak harus selalu berat. Kuncinya adalah konsistensi dan penyesuaian jenis gerakan dengan kemampuan tubuh masing-masing. Dengan kaki yang kuat, mobilitas terjaga, dan jantung pun tetap sehat hingga usia senja. (*)
Editor : Chairunnisya