PONTIANAK POST - Kekhawatiran bahwa permen karet yang tertelan akan “mengendap bertahun-tahun” di perut ternyata hanya mitos yang menyesatkan.
Dokter ahli gastroenterologi Dr. Vishal Seth menegaskan permen karet tidak akan tinggal lama di dalam tubuh.
“Orang-orang tidak perlu khawatir. Permen karet yang tertelan tidak akan berada di perut selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski tidak mudah dicerna seperti makanan biasa, permen karet tetap melewati sistem pencernaan.
Dari lambung, permen karet bergerak ke usus bersama sisa makanan lainnya.
Selanjutnya, benda tersebut akan dikeluarkan melalui feses.
Menurutnya, proses ini umumnya berlangsung sekitar empat hingga lima hari.
“Tubuh tidak akan menyimpannya selama bertahun-tahun,” tegasnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa permen karet dapat menempel di organ tubuh.
Permen karet tidak akan melekat pada usus maupun dinding lambung.
Selain itu, konsumsi permen karet yang tertelan tidak meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius.
Gejala seperti sakit perut, mual, atau gangguan pencernaan tidak berkaitan langsung dengan hal tersebut.
Penjelasan ini diharapkan dapat meredakan kecemasan masyarakat terhadap mitos yang selama ini berkembang. (ant)
Infografis – Fakta Penting
| Poin | Keterangan |
|---|---|
| Mitos | Permen karet menetap bertahun-tahun |
| Fakta | Keluar bersama feses |
| Waktu Proses | 4–5 hari |
| Daya Cerna | Tidak dicerna tubuh |
| Risiko | Tidak picu gangguan serius |
| Posisi | Tidak menempel di organ |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro