Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jalan Kaki 35 Menit per Hari Terbukti Efektif Redakan Depresi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 22 April 2026 | 13:58 WIB
Ilustrasi jalan kaki yang efektif redakan depresi. (FREEPIK)
Ilustrasi jalan kaki yang efektif redakan depresi. (FREEPIK)

 

PONTIANAK POST - Berjalan kaki selama 35 menit disebut memiliki efek anti-depresan yang optimal.

Dr Adam Prabata melalui unggahannya di platform X pada (21/4), merujuk pada hasil analisis puluhan studi klinis. Dalam unggahannya, ia menjelaskan bahwa temuan ini berasal dari analisis terhadap 46 penelitian uji klinis yang mengkaji dampak aktivitas berjalan kaki pada individu dengan Gangguan Depresi Mayor.

“Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis 46 penelitian uji klinis yang meneliti efek berjalan kaki pada orang dengan gangguan depresi mayor,” tulisnya.

Baca Juga: Menkes Usul Label Nutri Level di Minuman Kekinian, Ungkap Matcha Bisa Mengandung 50 Gram Gula per Gelas

Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan kaki memiliki kontribusi signifikan dalam membantu meredakan gejala depresi.

Efek Sudah Terasa Sejak 13 Menit

Meski durasi optimalnya adalah 35 menit per hari, dr Adam menekankan bahwa manfaat anti-depresan sebenarnya sudah mulai muncul sejak durasi yang jauh lebih singkat.

“Sebenarnya efek anti-depresan sudah mulai ada pada kebiasaan berjalan kaki 13 menit per hari, namun optimalnya tercapai pada durasi 35 menit,” tulisnya lebih lanjut.

Baca Juga: 10 Buah Terbaik untuk Menjaga Hidrasi Saat Cuaca Panas

Artinya, bahkan aktivitas ringan dengan durasi singkat pun tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.

Jalan Kaki sebagai Anti-depresan

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan mekanisme biologis yang mendasari manfaat berjalan kaki terhadap kesehatan mental.

“Mekanisme yang dapat mendasari efek berjalan kaki sebagai anti-depresan antara lain meningkatkan serotonin dan dopamin, meningkatkan BDNF, serta menurunkan respons stres,” jelasnya.

Serotonin dan dopamin diketahui sebagai hormon yang berperan dalam regulasi suasana hati, sementara BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) berfungsi merangsang pertumbuhan sel saraf baru.

Selain itu, aktivitas fisik seperti berjalan kaki juga membantu mengontrol kadar hormon stres (kortisol) dalam tubuh.

Temuan ini merujuk pada penelitian oleh Tian (2024) berjudul Optimal exercise modality and dose to improve depressive symptoms in adults with major depressive disorder.

Baca Juga: Sering Makan Alpukat? Ini Manfaatnya untuk Jantung dan Kesehatan Tubuh Menurut Ahli

Studi tersebut menggunakan pendekatan systematic review dan Bayesian model-based network meta-analysis terhadap berbagai uji klinis acak (RCT), sehingga dinilai memiliki tingkat keandalan yang tinggi dalam menarik kesimpulan ilmiah.

Aktivitas Sederhana, Dampak Besar

Di akhir unggahannya, ia menutup dengan pesan singkat. “Semoga bermanfaat!” tutupnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki secara rutin dapat menjadi bagian penting dari upaya mengatasi depresi.

Dengan temuan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa kebiasaan kecil sehari-hari dapat memberikan dampak besar, tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. (*)

Editor : Miftahul Khair
#redakan depresi #penjelasan ilmiah #manfaat jalan kaki