PONTIANAK POST - Berjalan kaki selama 35 menit disebut memiliki efek anti-depresan yang optimal.
Dr Adam Prabata melalui unggahannya di platform X pada (21/4), merujuk pada hasil analisis puluhan studi klinis. Dalam unggahannya, ia menjelaskan bahwa temuan ini berasal dari analisis terhadap 46 penelitian uji klinis yang mengkaji dampak aktivitas berjalan kaki pada individu dengan Gangguan Depresi Mayor.
“Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis 46 penelitian uji klinis yang meneliti efek berjalan kaki pada orang dengan gangguan depresi mayor,” tulisnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan kaki memiliki kontribusi signifikan dalam membantu meredakan gejala depresi.
Efek Sudah Terasa Sejak 13 Menit
Meski durasi optimalnya adalah 35 menit per hari, dr Adam menekankan bahwa manfaat anti-depresan sebenarnya sudah mulai muncul sejak durasi yang jauh lebih singkat.
“Sebenarnya efek anti-depresan sudah mulai ada pada kebiasaan berjalan kaki 13 menit per hari, namun optimalnya tercapai pada durasi 35 menit,” tulisnya lebih lanjut.
Baca Juga: 10 Buah Terbaik untuk Menjaga Hidrasi Saat Cuaca Panas
Artinya, bahkan aktivitas ringan dengan durasi singkat pun tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.
Jalan Kaki sebagai Anti-depresan
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan mekanisme biologis yang mendasari manfaat berjalan kaki terhadap kesehatan mental.
“Mekanisme yang dapat mendasari efek berjalan kaki sebagai anti-depresan antara lain meningkatkan serotonin dan dopamin, meningkatkan BDNF, serta menurunkan respons stres,” jelasnya.
Serotonin dan dopamin diketahui sebagai hormon yang berperan dalam regulasi suasana hati, sementara BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) berfungsi merangsang pertumbuhan sel saraf baru.
Selain itu, aktivitas fisik seperti berjalan kaki juga membantu mengontrol kadar hormon stres (kortisol) dalam tubuh.
Temuan ini merujuk pada penelitian oleh Tian (2024) berjudul Optimal exercise modality and dose to improve depressive symptoms in adults with major depressive disorder.
Baca Juga: Sering Makan Alpukat? Ini Manfaatnya untuk Jantung dan Kesehatan Tubuh Menurut Ahli
Studi tersebut menggunakan pendekatan systematic review dan Bayesian model-based network meta-analysis terhadap berbagai uji klinis acak (RCT), sehingga dinilai memiliki tingkat keandalan yang tinggi dalam menarik kesimpulan ilmiah.
Aktivitas Sederhana, Dampak Besar
Di akhir unggahannya, ia menutup dengan pesan singkat. “Semoga bermanfaat!” tutupnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki secara rutin dapat menjadi bagian penting dari upaya mengatasi depresi.
Dengan temuan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa kebiasaan kecil sehari-hari dapat memberikan dampak besar, tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. (*)
Editor : Miftahul Khair