PONTIANAK POST - Ruang ber-AC memang terasa nyaman, apalagi saat cuaca panas menyengat. Banyak orang betah berlama-lama di dalamnya, baik saat bekerja maupun bersantai.
Namun tahukah anda, ternyata kebiasaan ini tidak sepenuhnya aman bagi tubuh. Paparan AC dalam waktu lama ternyata bisa berdampak pada metabolisme dan kondisi fisik secara keseluruhan.
Konsultan penyakit dalam di Rela Hospital, Chennai, Dr. Melissa Sathyan, menjelaskan bahwa paparan lingkungan berpendingin buatan secara terus-menerus dapat memengaruhi cara tubuh beradaptasi terhadap suhu.
Baca Juga: 5 Hal Pribadi yang Sebaiknya Tidak Diceritakan kepada Rekan Kerja
Tubuh menjadi kurang optimal dalam menjalankan fungsi alaminya untuk mengatur suhu atau termoregulasi.
Pengaruh AC terhadap Metabolisme Tubuh
Menurut Melissa, berada terlalu lama di ruangan dingin membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak perlu bekerja keras untuk menjaga suhu tetap stabil.
"Ketika kita berada di lingkungan yang selalu dingin, tubuh membakar lebih sedikit kalori untuk menjaga suhu. Ditambah dengan kebiasaan waktu duduk yang lama, hal ini dapat memperlambat metabolisme dan mengakibatkan penumpukan lemak,” kata Melissa, dikutip dari Hindustan Times.
Baca Juga: Duduk dengan Melibatkan Kerja Otak Potensi Turunkan Risiko Demensia
Kebiasaan duduk lama di ruangan ber-AC juga memperparah kondisi ini. Aktivitas fisik yang minim membuat metabolisme semakin melambat, sehingga berpotensi meningkatkan penumpukan lemak dalam tubuh.
Suasana sejuk dan nyaman sering membuat seseorang lebih memilih berdiam diri, seperti menonton atau beristirahat dalam waktu lama. Tanpa disadari, hal ini mendorong gaya hidup sedentari atau minim gerak.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat berdampak pada penurunan tingkat energi dan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
Dampak AC pada Kualitas Udara dan Kesehatan
Selain metabolisme, kualitas udara di ruangan ber-AC juga menjadi perhatian. Udara yang bersirkulasi ulang, kelembapan rendah, serta minimnya udara segar dapat memengaruhi kondisi tubuh.
"Kualitas udara yang buruk, kelembapan rendah, dan udara yang bersirkulasi ulang dapat mengurangi kesegaran oksigen dan menyebabkan kelelahan, sakit kepala, serta penurunan fungsi kognitif,” mata dia menambahkan.
Kondisi tersebut dapat memicu berbagai keluhan seperti tubuh terasa lelah, sakit kepala, tenggorokan kering, hingga sulit berkonsentrasi.
Baca Juga: Jangan Duduk Terlalu Lama, Waspada Dampak Buruk Mengintai
Risiko Dehidrasi di Ruangan Ber-AC
Udara dingin dari AC cenderung kering dan dapat menarik kelembapan dari tubuh. Akibatnya, risiko dehidrasi meningkat meski tidak terasa secara langsung.
Gejala seperti kulit kering, tenggorokan kering, hingga kelelahan bisa menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.
Cara Tetap Sehat Meski Sering di Ruangan Ber-AC
Agar tetap bugar, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Konsumsi air putih yang cukup menjadi hal utama untuk menjaga hidrasi tubuh.
Baca Juga: Punggung Sakit Saat Duduk? Ini Cara Efektif Menghilangkannya
Selain itu, penting untuk mengambil jeda setiap satu jam sekali untuk bergerak atau melakukan peregangan ringan. Menghirup udara segar di luar ruangan juga dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh.
Mengatur suhu AC agar tidak terlalu dingin juga menjadi langkah penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus kesehatan.
AC Tidak Berbahaya, Asal Digunakan Bijak
Melissa menegaskan bahwa penggunaan AC pada dasarnya aman. Namun, paparan yang terlalu lama tanpa diimbangi gaya hidup aktif dapat berdampak pada metabolisme dan tingkat energi.
Dengan penggunaan yang bijak, manfaat AC tetap bisa dirasakan tanpa harus mengorbankan kesehatan. (*)
Editor : Miftahul Khair