Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Boswellia dan Devil’s Claw Bantu Redakan Gejala Osteoartritis Secara Alami

Chairunnisya • Jumat, 24 April 2026 | 10:11 WIB
Boswellia serrata (FREEPIK)
Boswellia serrata (FREEPIK)

 PONTIANAK POST - Kerusakan tulang rawan pada osteoartritis (OA) memang tidak dapat dikembalikan seperti semula. Kondisi ini membuat OA sering dianggap sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya.

Meski begitu, pendekatan ilmiah menegaskan bahwa gejala dan progresivitasnya tetap dapat dikendalikan.

Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil, MS, menjelaskan bahwa pengelolaan OA sebaiknya dilakukan secara terpadu.

Penderita dianjurkan memadukan gaya hidup sehat, penggunaan herbal, serta obat medis jika diperlukan.

Baca Juga: Menu Sehat untuk Penderita Osteoporosis: Jaga Tulang Tetap Kuat

“Pendekatan kombinasi ini penting untuk menjaga kualitas hidup pasien, mengurangi nyeri, dan memperbaiki fungsi sendi,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Selain terapi konvensional, sejumlah herbal kini semakin banyak dilirik sebagai pendukung penanganan OA. Dua di antaranya adalah Boswellia dan devil’s claw yang telah cukup populer dan mudah ditemukan dalam bentuk produk siap pakai.

Boswellia serrata, tanaman asal India, diambil bagian resinnya dan telah lama digunakan sebagai agen antiradang. Kandungan aktifnya, yaitu boswellic acid, terbukti memiliki potensi dalam meredakan nyeri dan peradangan pada penderita OA.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak Boswellia dengan dosis minimal 100–250 mg selama empat minggu dapat membantu menurunkan nyeri, mengurangi kekakuan, serta meningkatkan fungsi sendi.

Baca Juga: Rambut Jagung dan Herbal Lainnya Efektif Jaga Kesehatan Ginjal Alami

Sementara itu, devil’s claw atau Harpagophytum procumbens merupakan tanaman asal Afrika yang juga dikenal memiliki efek antiinflamasi.

Bagian akar tanaman ini mengandung harpagoside yang bekerja bersama senyawa lain untuk meredakan peradangan.

Dalam ulasan ilmiah, penggunaan devil’s claw pada pasien OA stadium sedang, khususnya pada sendi lutut, selama satu bulan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pasien mengalami penurunan nyeri serta peningkatan fungsi sendi.

Tak hanya itu, herbal ini juga dinilai berpotensi sebagai alternatif atau pendamping obat OA, terutama untuk keluhan pada lutut, pinggul, maupun nyeri punggung yang berkaitan dengan osteoartritis.

Baca Juga: RS Mitra Medika Gelar Seminar Bahaya Osteoporosis

Meski demikian, Prof. Mangestuti mengingatkan bahwa penggunaan herbal tetap harus dilakukan secara bijak dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Hal ini penting untuk memastikan keamanan, terutama jika dikombinasikan dengan obat medis lainnya.

Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, penderita OA tetap memiliki peluang untuk menjalani hidup yang lebih nyaman dan produktif. (*)

Editor : Chairunnisya
#bahan alami #osteoporosis #tips sehat #Herbal