PONTIANAK POST - Di balik tampilannya yang cantik dan aromanya yang khas, bunga kecombrang menyimpan manfaat kesehatan yang telah lama dimanfaatkan secara tradisional.
Tanaman ini tidak hanya memperkaya cita rasa masakan, tetapi juga dikenal memiliki khasiat alami bagi tubuh.
Bunga kecombrang dikenal luas sebagai bahan penambah rasa dan aroma dalam berbagai hidangan. Selain itu, tanaman ini juga memiliki manfaat kesehatan, salah satunya sebagai antibakteri.
Hal ini menjadi dasar pemanfaatannya untuk mengatasi bau badan kurang sedap, sebagaimana ditulis peneliti Indonesia (2021).
Berbagai suku di Aceh memanfaatkan hampir seluruh bagian tanaman kecombrang sebagai rempah masakan dan ramuan kesehatan, termasuk rimpang, buah, daun, dan batang. Pemanfaatan ini menunjukkan bahwa kecombrang memiliki nilai lebih dari sekadar bahan kuliner.
Baca Juga: Transera Pontianak Hadirkan Menu Pindang Kakap Kecombrang
Penelitian pada 2022 juga membuktikan khasiat rebusan daun kecombrang yang dicampur dengan bahan aromatik lain. Ramuan ini digunakan untuk mengatasi bau badan, memberikan efek menyegarkan, serta menimbulkan rasa hangat pada wanita pasca melahirkan.
Selain itu, peneliti juga menemukan khasiat antimikroba dari minyak esensial yang terdapat pada daun kecombrang.
Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menyebutkan bahwa potensi tanaman ini tidak hanya terletak pada bunganya.
Baca Juga: Daun Beluntas, Lalapan Tradisional dengan Manfaat Antibakteri dan Antioksidan Alami
“Informasi ini diharapkan menjadi pertimbangan pemanfaatan berbagai bagian tanaman kecombrang selain bunga untuk menghilangkan bau badan,” ujarnya dikutip dari Jawapos.
Dengan berbagai temuan tersebut, kecombrang layak dipertimbangkan sebagai bahan alami yang tidak hanya memperkaya masakan, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh. (*)
Editor : Chairunnisya