PONTIANAK POST - Minuman tradisional kini tak lagi identik dengan penyajian kuno. Lewat sentuhan modern, berbagai ramuan herbal tampil lebih menarik, baik dari segi rasa maupun tampilan, sehingga semakin diminati, termasuk oleh kalangan muda.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa teknik penyajian modern mampu mengubah citra ramuan tradisional tanpa mengurangi khasiatnya.
Hal ini membuat minuman berbahan alam kembali populer sebagai pilihan gaya hidup sehat.
Tren ini sebenarnya mulai menguat sejak pandemi Covid-19. Salah satu wujudnya adalah kehadiran wellness bar, yang menawarkan alternatif tempat nongkrong dengan konsep menyehatkan.
Baca Juga: Kayu Secang Jadi Minuman Herbal Kaya Antioksidan Dengan Warna Merah Menarik
Berbagai penyesuaian dilakukan, mulai dari nama minuman, warna, aroma, rasa, hingga penambahan bahan alami dan klaim manfaat yang ditawarkan.
Kondisi tersebut mendorong masyarakat, terutama anak muda, mulai mempertimbangkan ramuan tradisional sebagai minuman kekinian.
Cara paling mudah adalah mengolah minuman yang sudah memiliki reputasi baik, seperti kunyit asam, susu telur madu jahe (STMJ), wedang uwuh, hingga wedang secang yang telah didukung studi ilmiah.
Mangestuti menekankan pentingnya penggunaan bahan baku berkualitas serta proses pengolahan yang tepat agar kandungan zat aktif tidak rusak.
Baca Juga: Kunyit Asam Minuman Tradisional Kaya Manfaat untuk Kesehatan Reproduksi dan Imunitas
Ia juga menyebut, kebiasaan mengonsumsi minuman berbahan alam secara teratur dapat membantu mengendalikan berbagai masalah kesehatan.
Di antaranya obesitas, kekurangan nutrisi, kelebihan gula, hingga risiko kontaminasi bahan tambahan kimia. Upaya ini dinilai sebagai salah satu cara menekan gangguan penyakit metabolik yang berpotensi fatal.
Salah satu minuman yang tetap populer adalah STMJ, yang dikenal luas di Surabaya dan sekitarnya. Minuman ini dipercaya mampu memberikan energi tambahan bagi tubuh.
Perpaduan susu, telur, madu, dan jahe dalam STMJ menyediakan berbagai zat penting bagi sel, seperti protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan zat fito yang cepat diolah menjadi energi.
Baca Juga: Minuman Penyegar Alami Bantu Jaga Hidrasi dan Kesehatan di Cuaca Panas
Sensasi hangat yang dirasakan setelah mengonsumsi STMJ berasal dari kandungan jahe, seperti gingerol, shogaol, dan zingeron yang memiliki efek termogenik, yaitu meningkatkan suhu permukaan tubuh.
Efek ini terbukti melalui uji pada wanita yang mengalami sensasi dingin di area tangan.
Hasil studi pada 2018 juga menunjukkan adanya peningkatan suhu tubuh yang dapat bertahan setelah mengonsumsi minuman berbahan jahe. Karena itu, STMJ cocok dinikmati pada malam hari atau di daerah beriklim dingin.
Untuk menyesuaikan dengan selera masa kini, STMJ juga bisa dikreasikan menjadi berbagai varian, seperti mocha STMJ dengan tambahan kopi atau cokelat. Ada pula versi egg-free STMJ bagi yang tidak menyukai telur mentah.
Mangestuti menyarankan penggunaan susu tinggi lemak dalam jumlah yang tepat untuk menjaga keseimbangan nutrisi sekaligus menghasilkan cita rasa yang lebih kaya. (*)
Editor : Chairunnisya