Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Viral Warga Singapura Diisolasi karena Hantavirus, Dokter Ini Luruskan: Bukan Terinfeksi, Ini Faktanya

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 8 Mei 2026 | 15:24 WIB
Ilustrasi hantavirus yang ditularkan melalui hewan pengerat. (DOK JAWA POS)
Ilustrasi hantavirus yang ditularkan melalui hewan pengerat. (DOK JAWA POS)

PONTIANAK POST - Informasi mengenai dua warga Singapura yang disebut diisolasi karena terinfeksi hantavirus ramai beredar di media sosial.

Namun, dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata meluruskan bahwa kabar tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Bukan karena Terinfeksi Hantavirus

Dalam unggahannya di platform X pada (8/5), dr Adam menegaskan bahwa kedua warga Singapura tersebut tidak diisolasi karena terinfeksi virus.

Baca Juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: WHO Sebut Tak Berpotensi Jadi Pandemi

“Izin meluruskan berita yang kurang tepat ini ya. Jadi 2 warga Singapura yang diisolasi itu BUKAN karena terinfeksi Hantavirus,” tulisnya.

Menurutnya, isolasi dilakukan sebagai bagian dari prosedur kesehatan, bukan karena keduanya sudah dinyatakan positif.

Terkait Klaster Kapal Pesiar

Ia menjelaskan, kedua warga tersebut merupakan penumpang kapal pesiar MV Hondius yang menjadi klaster wabah hantavirus Andes sejak keberangkatan dari Argentina pada awal April 2026.

Selain itu, keduanya juga sempat berada dalam satu penerbangan dengan satu kasus terkonfirmasi hantavirus.

Baca Juga: Waspada Virus Hanta, Penularan dari Debu Urin Tikus Bisa Picu Gagal Napas Mematikan dengan Risiko Kematian Tinggi

“Tapi mereka adalah orang yang berada di kapal pesiar MV Hondius yang lagi jadi klaster wabah hantavirus Andes,” jelasnya.

Tetap Karantina Meski Hasil Negatif

Dr Adam menambahkan, meskipun hasil tes menunjukkan negatif, kedua warga tersebut tetap harus menjalani karantina dan pemantauan.

“Jika hasil tes kedua warga Singapura itu negatif, mereka tetap akan menjalani karantina 30 hari dan pemantauan hingga 45 hari,” tulisnya.

Hal ini dilakukan karena masa inkubasi maksimal hantavirus bisa mencapai 45 hari.

Prosedur untuk Cegah Penularan

Ia menegaskan, langkah karantina tersebut merupakan prosedur standar untuk meminimalkan risiko penularan apabila seseorang ternyata terinfeksi namun belum menunjukkan gejala.

“Jadi kedua warga tersebut BUKAN diisolasi karena terinfeksi Hantavirus, tapi karena mengikuti prosedur karantina sesuai masa inkubasi virusnya,” jelasnya.

Baca Juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Dua Tewas dan Kru Kritis

Unggahan ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar agar masyarakat tidak salah memahami situasi yang sebenarnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#hantavirus #warga singapura #isolasi