PONTIANAK POST – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan virus hanta bukan penyakit baru dan penularannya dapat dicegah melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Ketua Umum PP IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K), mengatakan masyarakat dan orang tua tidak perlu panik karena penularan virus hanta berbeda dengan COVID-19.
“Belum tentu apa yang terjadi itu bisa menular seperti COVID-19,” kata Piprim saat diskusi daring di Jakarta, Jumat.
Baca Juga: Kondisi Puskesmas Sukadana Memprihatinkan, Warga Khawatir Pelayanan Kesehatan Terganggu
Ia menjelaskan virus hanta berasal dari hewan perekat seperti tikus, dan penularan antarmanusia hanya terjadi melalui kontak erat dan berkepanjangan.
Berbeda dengan COVID-19 yang menular lewat percikan pernapasan (droplets), virus hanta belum memiliki vaksin yang dapat melindungi masyarakat. Piprim menekankan, kuncinya adalah perilaku hidup bersih, rajin cuci tangan, menjaga higienis, dan sanitasi. Penerapan PHBS juga mencakup menjaga lingkungan, terutama tempat penyimpanan makanan agar tetap bersih dan bebas dari tikus.
“Isu virus hanta ini bisa menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat kembali tentang pentingnya hidup bersih,” ujarnya.
Baca Juga: Kunyit Asam Minuman Tradisional Kaya Manfaat untuk Kesehatan Reproduksi dan Imunitas
Sementara itu, Pakar Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. Dominicus Husada, Sp.A, Subsp.IPT., CTH, menambahkan Indonesia belum melaporkan adanya penularan virus hanta jenis Andes yang dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius. Virus jenis ini diketahui baru menyebar di Amerika Selatan, terutama Argentina dan Chili.
Dominicus mendorong masyarakat tetap menjaga kebersihan dengan membersihkan kotoran dan urin tikus menggunakan desinfektan, serta menghindari area berdebu yang berpotensi menjadi sarang tikus. “Kuncinya tetap perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak ada keraguan terhadap langkah pencegahan apapun,” kata dia. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas