PONTIANAK POST - Penggunaan bahan herbal untuk membantu mengatasi tekanan darah rendah semakin banyak diminati masyarakat. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS menegaskan, pemeriksaan dokter tetap penting dilakukan untuk mengetahui penyebab utama hipotensi maupun anemia.
“Dokter perlu menetapkan tindakan untuk mengatasi anemia sesuai kondisi umum pasien,” jelasnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Daun Katuk Ternyata Mengandung Banyak Nutrisi Penting Pembentuk Sel Darah
Menurut Mangestuti, bahan herbal seperti akar bit, daun kelor, pegagan, bayam merah, dan daun katuk dapat membantu mendukung pengobatan karena kaya nutrisi yang diperlukan tubuh.
“Bahan itu dipadati nutrient mikro dan makro alamiah yang diperlukan sebagai ‘makanan’ sel, termasuk untuk pembuatan hemoglobin,” ujarnya.
Meski demikian, konsumsi herbal tidak boleh dilakukan sembarangan. Ia mengingatkan pentingnya memperhatikan jumlah konsumsi serta kondisi kesehatan tubuh.
Baca Juga: Rutin Dua Cangkir Minum Teh Hijau Disebut Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Mangestuti juga menyoroti kemungkinan interaksi antara herbal dan obat medis pada pasien tertentu.
“Jangan tunggu sampai sakit, karena bukan tidak mungkin terjadi interaksi yang merugikan antara zat kandungan pegagan dan obat dokter pada orang yang sudah sakit,” katanya.
Karena itu, ia menyarankan konsumsi herbal dilakukan secara bijak dan teratur sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh. (*)
Editor : Chairunnisya