PONTIANAK POST - Metode kontrasepsi hormonal seperti suntik dan pil KB masih menjadi pilihan banyak pasangan muda karena dinilai praktis dan mudah digunakan. Namun, keduanya tetap membutuhkan kedisiplinan agar efektif mencegah kehamilan.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUA, Dr dr Budi Prasetyo SpOG(K) menjelaskan, KB suntik terdiri dari dua jenis, yakni suntik bulanan yang mengandung hormon estrogen dan progestin serta suntik tiga bulanan yang hanya mengandung progestin.
Suntik tiga bulanan umumnya aman digunakan ibu menyusui. Selain itu, metode ini dinilai praktis karena tidak perlu digunakan setiap hari.
’’Keuntungannya, tidak perlu dipakai setiap hari, bisa dihentikan kapan saja, dan tidak mengganggu hubungan seksual,’’ ujar Budi, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih Kontrasepsi karena Setiap Pasangan Memiliki Kebutuhan Berbeda
Meski demikian, pengguna KB suntik harus disiplin menjalani jadwal penyuntikan. ’’Namun, suntik harus dilakukan tepat waktu. Jika terlambat, risiko kehamilan meningkat,’’ lanjutnya.
Selain suntik, pil KB juga banyak digunakan. Tersedia pil kombinasi maupun pil khusus ibu menyusui yang mudah diperoleh dan digunakan.
Menurut Budi, pil KB juga memiliki manfaat tambahan bagi sebagian perempuan. ’’Beberapa pil KB juga memiliki manfaat tambahan seperti mengatur siklus haid, mencegah anemia, hingga merdakan nyeri haid,’’ kata dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu.
Namun, pil KB harus diminum rutin setiap hari agar efektivitasnya tetap terjaga. ’’Tantangannya, pil harus diminum rutin setiap hari tanpa terlewat,’’ imbuhnya. (*)
Editor : Chairunnisya