PONTIANAK POST - Pegagan sudah lama dikenal dalam pengobatan Ayurveda sebagai “brain tonic” atau tonikum otak.
Di Indonesia, sejumlah kelompok etnis juga memanfaatkan tanaman ini untuk fungsi “mencerdaskan”.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS menjelaskan, pegagan telah dipelajari dalam berbagai studi terkait gangguan fungsi kognitif ringan atau mild cognitive impairment.
Baca Juga: Riset Terbaru Ungkap Khasiat Kumis Kucing dan Pegagan untuk Kesehatan Ginjal
Gangguan tersebut dapat memengaruhi kemampuan berpikir, berdiskusi, bertukar informasi, berkonsentrasi, hingga kewaspadaan seseorang.
“Sebuah studi mempelajari pengaruh pemberian ekstrak daun pegagan pada fungsi kognitif wanita yang mengalami demensia,” jelasnya.
Pemberian ekstrak selama 20 minggu menunjukkan peningkatan kemampuan mengingat dan memori visual. Manfaat itu berkaitan dengan aktivitas antioksidan dan pelindung saraf dari kandungan pegagan.
Baca Juga: Duduk dengan Melibatkan Kerja Otak Potensi Turunkan Risiko Demensia
Mangestuti menyebut beberapa zat kandungan penting dalam pegagan antara lain asiaticosides, asiatic acids, madecassosides, madecasic acids, vitamin B dan C, protein, serta mineral.
Ia menambahkan, kompleksitas zat kandungan pegagan membuktikan adanya sinergi kerja yang membantu fungsi organ tubuh sekaligus mendukung performa otak. (*)
Editor : Chairunnisya