PONTIANAK POST - Selain memengaruhi keseimbangan otot mata, kebiasaan menggunakan gawai sambil rebahan juga dapat memicu digital eye strain atau computer vision syndrome.
Menurut dokter spesialis mata Surabaya Eye Clinic, dr Rozalina Loebis SpM(K), kondisi tersebut dapat disertai gejala dry eye, gangguan tidur akibat paparan cahaya biru, hingga peningkatan risiko bertambahnya minus mata, terutama pada anak dan remaja.
Sebelum menjadi gangguan menetap, tubuh biasanya sudah memberikan sinyal terlebih dahulu.
Baca Juga: Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mata Secara Alami, Lakukan 6 Kebiasaan Ini Mulai Hari Ini
Mata cepat lelah, sakit kepala, kesulitan mengalihkan fokus dari dekat ke jauh, hingga sering menutup satu mata merupakan gejala awal yang perlu diwaspadai.
’’Kalau gejala ini muncul berulang, apalagi pada anak, jangan menunggu sampai benar-benar juling. Segera periksakan ke dokter mata,’’ tegas dokter spesialis mata Surabaya Eye Clinic itu.
Rozalina menilai, keluhan tersebut sering kali dianggap sepele karena muncul perlahan.
Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, kondisi mata dapat semakin terbebani akibat penggunaan gawai yang tidak sehat. (*)
Editor : Chairunnisya