PONTIANAK POST - Memasak kini semakin praktis berkat kehadiran aneka bumbu instan. Mulai dari bumbu soto, rawon, rendang, hingga lodeh, semuanya tersedia dalam kemasan siap pakai.
Di tengah aktivitas yang padat, cara ini memang membantu banyak orang tetap bisa menyajikan makanan rumahan dengan cepat.
Dilansir dari Jawapos, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, menyatakan penggunaan bumbu instan tetap perlu disandingkan dengan bumbu segar agar cita rasa dan manfaat kesehatannya tetap optimal.
Baca Juga: Tips Memasak Sayur agar Nutrisinya Tidak Mudah hilang
Tren memasak menggunakan bumbu instan memang terus meningkat. Produk-produk tersebut juga telah mendapatkan izin edar dari BPOM selama memenuhi persyaratan keamanan pangan.
Umumnya, bumbu instan dibuat dari campuran bawang putih, bawang merah, kunyit, merica, jahe, kemiri, gula, garam, hingga penyedap rasa.
Meski aman digunakan, proses pengolahan seperti pengeringan, pemanasan, penumbukan, dan penyimpanan jangka panjang membuat sebagian zat aktif dalam rempah mengalami penurunan.
Aroma asli dan warna alami rempah pun perlahan memudar.
Baca Juga: Kecombrang, Rempah Harum dengan Potensi Antibakteri dan Antimikroba Alami
Karena itu produsen biasanya menambahkan garam, gula, penyedap rasa, dan zat penstabil agar rasa tetap kuat. “Penyedap rasa antara lain mono sodium glutamat dinyatakan aman, asalkan tidak berlebihan.”
Dalam tradisi kuliner Jawa dikenal istilah “bumbu jangkep” atau bumbu lengkap, yakni perpaduan bumbu basah dan kering yang langsung diolah bersama bahan masakan.
Racikan kompleks seperti ini sulit sepenuhnya digantikan oleh bumbu instan.
Karena itu, penggunaan bumbu instan sebaiknya dipadukan dengan rempah segar. Selain membuat proses memasak lebih praktis, rasa masakan juga tetap kaya aroma alami dan lebih menyehatkan.
“Jadi, solusi terbaik tentunya memakai perpaduan bumbu instan dan bumbu segar yang kaya khasiat dan aroma asli. Cara tersebut membuat memasak bisa lebih cepat, dengan rasa lebih lezat dan sehat.” (*)
Editor : Chairunnisya