Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Benarkah Olahraga Malam Berbahaya? Tak Perlu Takut, Begini Penjelasan Dokter Soal Fakta Kortisol dan Dampaknya ke Otak

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 20 Mei 2026 | 14:22 WIB
Ilustrasi olahraga pada malam hari. (MAGNIFIC)
Ilustrasi olahraga pada malam hari. (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST - Olahraga malam kerap dianggap berbahaya karena disebut dapat meningkatkan hormon stres atau kortisol.

Namun dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata menegaskan bahwa olahraga rutin, termasuk pada malam hari, justru memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan otak.

Olahraga Malam Disebut Bisa Tingkatkan Kortisol

Melalui unggahannya di platform X pada (19/5), dr Adam Prabata menjelaskan bahwa olahraga malam memang dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh.

Baca Juga: Waktu Terbaik untuk Olahraga: Pagi, Siang, atau Malam? Ini Jawabannya Menurut Ahli

Dr Adam merujuk pada sejumlah studi ilmiah, di antaranya penelitian berjudul Cortisol and Growth Hormone Responses to Exercise at Different Times of Day serta Stress Effects on the Hippocampus: A Critical Review.

Menurutnya, kortisol merupakan hormon yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap stres. Hormon ini diketahui berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, kenaikan berat badan, hingga resistensi insulin apabila kadarnya terus tinggi dalam jangka panjang.

Meski demikian, peningkatan kortisol setelah olahraga disebut hanya bersifat sementara dan merupakan respons normal tubuh terhadap aktivitas fisik.

Olahraga Rutin Justru Baik untuk Tubuh

Menurut dr Adam, olahraga yang dilakukan secara rutin justru membantu menurunkan kadar kortisol dalam jangka panjang serta memperbaiki regulasi hormon tersebut.

Baca Juga: Olahraga Pagi atau Malam? dr Tirta Ungkap Waktu yang Paling Efektif

Artinya, manfaat olahraga tetap lebih besar dibanding risiko peningkatan kortisol sementara setelah berolahraga, termasuk jika dilakukan pada malam hari.

“Olahraga rutin justru menurunkan kadar kortisol secara jangka panjang dan memperbaiki pengaturan kortisol,” tulisnya.

Benarkah Olahraga Malam Bisa Merusak Otak?

Adam juga meluruskan anggapan bahwa peningkatan kortisol akibat olahraga malam dapat menyebabkan penyusutan area otak.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut umumnya terjadi pada stres kronis berkepanjangan atau penyakit tertentu seperti Cushing’s syndrome, bukan akibat olahraga malam.

Sebaliknya, aktivitas fisik secara umum justru memiliki efek perlindungan terhadap otak. Olahraga diketahui dapat membantu meningkatkan kemampuan otak untuk berkembang serta mengurangi peradangan di area otak.

Olahraga Tetap Dianjurkan Asal Sesuai Kondisi Tubuh

Meski olahraga malam dinilai aman, waktu berolahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Baca Juga: Apakah Boleh Tidak Mandi Setelah Olahraga Malam? Ini Penjelasan Ahli

Sebagian orang mungkin merasa lebih sulit tidur setelah olahraga intensitas tinggi di malam hari.

Karena itu, olahraga dengan intensitas sedang dan dilakukan beberapa jam sebelum tidur bisa menjadi pilihan agar tubuh tetap nyaman beristirahat. (*)

Editor : Miftahul Khair
#kortisol #penjelasan dokter #berbahaya #olahraga malam