PONTIANAK POST - Cara menjepit area alis menggunakan jepit rambut untuk meredakan migrain sedang ramai dicoba warganet.
Meski sebagian orang mengaku merasakan manfaatnya, dokter mengingatkan metode tersebut bukan solusi utama.
Hanya Sementara
Dokter RS Mitra Keluarga Sidoarjo Rudi Margono menegaskan bahwa teknik menjepit alis hanya membantu mengurangi nyeri sementara melalui mekanisme pengalihan nyeri atau pain diversion.
’’Saat tubuh diberi tekanan atau rangsangan nyeri baru, otak akan mengalihkan persepsi dari nyeri utama, dalam hal ini migrain,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Viral Jepit Alis untuk Migrain, Mitos atau Ada Penjelasan Medis?
Menurut Rudi, efek peredaan nyeri biasanya hanya berlangsung selama area alis dijepit dan sesaat setelahnya. Karena itu, cara tersebut tidak bisa diandalkan sebagai terapi jangka panjang.
’’Tidak bisa bertahan lama karena ini metode mekanik, bukan obat. Biasanya hanya terasa selama dijepit dan sedikit setelahnya,’’ kata Rudi.
Segera Periksa ke Dokter
Ia mengingatkan penderita migrain agar tidak terlalu mengandalkan metode alternatif jika keluhan semakin berat atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
’’Kalau migrain sudah mengganggu aktivitas, disertai pusing berputar, muntah, atau gejala lain yang lebih serius, sebaiknya segera periksa ke dokter,’’ imbaunya.
Baca Juga: Efek Samping Jepit Alis Viral untuk Migrain Disebut Ringan, Tetapi Tetap Perlu Hati-Hati
Selain pengobatan, pencegahan juga dinilai penting karena setiap orang memiliki pencetus migrain yang berbeda-beda, mulai dari stres, kurang tidur, hingga kelelahan.
’’Menghindari pencetus sangat penting,” kata Rudi.
Untuk penanganan lebih lanjut, terapi obat tetap menjadi pilihan utama dan dapat dikombinasikan dengan konsultasi ke dokter spesialis. (*)
Editor : Chairunnisya