Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kamu Sering Duduk di Ruangan Ber-AC? Dokter Ungkap Penyebab Kulit Jadi Kusam dan Kering

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:36 WIB
Ilustrasi kulit kering dan kusam akibat terlalu sering duduk di dekat pendingin ruangan (AC). (MAGNIFIC)
Ilustrasi kulit kering dan kusam akibat terlalu sering duduk di dekat pendingin ruangan (AC). (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST - Bekerja seharian di ruangan ber-AC ternyata tidak hanya membuat tubuh terasa dingin, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan kulit.

Dokter kulit dari India mengungkap paparan udara ruangan dengan kelembapan rendah dapat membuat kulit lebih kusam, kering, hingga memicu garis halus lebih terlihat.

AC Bisa Merusak Kelembapan Kulit

Melansir Antara (23/5), Kepala Petugas Medis Clinikally India, Anindita Sarkar, menjelaskan salah satu dampak utama dari ruangan ber-AC adalah meningkatnya transepidermal water loss (TEWL).

Baca Juga: Kulit Kusam atau Berminyak? Ini Kandungan Sabun Pembersih yang Harus Anda Coba

TEWL merupakan kondisi ketika kelembapan alami kulit menguap ke udara dalam jumlah lebih besar dari normal.

“Salah satu perubahan paling penting yang diamati adalah peningkatan kehilangan air transepidermal atau TEWL,” kata Sarkar.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi indikator terganggunya lapisan pelindung kulit.

Kulit Kusam Hanya dalam 6 Jam

Sarkar mengatakan paparan AC berkepanjangan dan kelembapan udara ruangan yang rendah menjadi penyebab utama kulit cepat kehilangan hidrasi.

Baca Juga: 7 Cara Alami Melembapkan Kulit Kering Menurut Kemenkes: dari Air Mineral hingga Lidah Buaya

Bahkan, berada di dalam ruangan selama enam jam saja disebut dapat membuat kulit tampak lebih kasar, kemerahan, kering, dan terlihat lelah.

Selain itu, pori-pori dan garis halus di wajah juga menjadi lebih terlihat akibat kulit kehilangan kelembapan alami.

Dokter kulit tersebut menjelaskan bahwa kelembapan rendah di ruangan ber-AC dapat melemahkan matriks lipid pada lapisan pelindung kulit.

Kondisi itu juga memengaruhi kadar ceramide, yaitu lemak alami penting yang berfungsi menjaga hidrasi kulit.

Akibatnya, kulit menjadi terasa kencang, mudah mengelupas, kusam, dan rentan mengalami iritasi setelah terlalu lama berada di dalam ruangan.

Dokter Sarankan Gunakan Pelembap Udara

Untuk mengurangi dampak buruk AC terhadap kulit, Sarkar menyarankan penggunaan humidifier atau pelembap udara di tempat kerja.

Baca Juga: Nyaman Tapi Ternyata Berisiko! Ini Efek Terlalu Lama di Ruangan Ber-AC Menurut Dokter

Menurut dia, alat tersebut dapat membantu meningkatkan kelembapan udara dan mengurangi efek pengeringan dari pendingin ruangan.

Selain itu, penggunaan skincare berbahan ceramide juga dianjurkan untuk membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit dan mengunci kelembapan lebih lama.

Hindari Sabun yang Membuat Kulit Kering

Sarkar juga menyarankan pekerja kantoran menggunakan pembersih wajah ringan tanpa busa agar kulit tidak semakin kering.

Ia mengingatkan agar tidak terlalu sering melakukan eksfoliasi atau mencuci wajah berlebihan karena dapat memperparah kerusakan lapisan pelindung kulit.

Baca Juga: Bahaya AC Terlalu Dingin: Bisa Picu Flu Musim Panas, Ini Penjelasan Dokter dan Cara Aman Menggunakannya

Selain itu, penggunaan serum hidrasi di bawah pelembap disebut dapat membantu menjaga kadar air kulit selama beraktivitas di ruangan ber-AC.

Jangan Lupa Minum Air yang Cukup

Selain perawatan dari luar, Sarkar menekankan pentingnya menjaga hidrasi tubuh dengan minum air yang cukup sepanjang hari.

Menurut dia, asupan cairan yang cukup membantu menjaga fungsi kulit tetap optimal dan memperkuat ketahanan kulit dari dalam. (*)

Editor : Miftahul Khair
#ruangan ber-ac #kulit kusam #dokter kulit #kelembapan udara