PONTIANAK POST - Bekerja pada malam hari ternyata bukan sekadar membuat tubuh lelah atau mengantuk di siang hari.
Penelitian terbaru menunjukkan, kerja shift malam dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga gangguan metabolik seperti diabetes melitus.
Hal itu disampaikan dr. Adam Prabata melalui unggahannya di platform X (25/5). Ia menjelaskan bahwa risiko kesehatan meningkat seiring frekuensi seseorang menjalani shift malam setiap bulan.
Baca Juga: Cuma 30 Menit Jalan Kaki Sehari, Dokter Sebut Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung
“Orang yang kerja 1–10 shift malam per bulan punya risiko 14% lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan metabolik dibandingkan yang tidak kerja shift malam sama sekali,” tulisnya.
Bahkan, menurutnya, risiko tersebut meningkat lebih tinggi pada pekerja yang lebih sering menjalani shift malam.
“Kalau shift malamnya lebih dari 10 kali per bulan, risikonya naik jadi 19%,” lanjutnya.
Penelitian Libatkan Lebih dari 36 Ribu Pasien Hipertensi
Temuan tersebut berasal dari penelitian berjudul Shift Work and the Risk of Cardiometabolic Multimorbidity Among Patients With Hypertension: A Prospective Cohort Study of UK Biobank yang diterbitkan dalam jurnal Journal of the American Heart Association pada 2022.
Baca Juga: Bahaya Steroid Pembesar Otot, Risiko Serangan Jantung Bisa Naik 3 Kali Lipat
Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 36 ribu peserta yang memiliki hipertensi. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi tekanan darah tinggi dan pola kerja malam secara rutin dapat memperbesar risiko munculnya penyakit kardiometabolik, termasuk penyakit jantung dan diabetes.
Ritme Tubuh Terganggu
Menurut dr. Adam, kerja malam dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh atau jam biologis alami manusia.
“Kerja pada malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian, mempengaruhi kualitas tidur, metabolisme glukosa, dan regulasi tekanan darah,” jelasnya.
Gangguan itu tidak terjadi hanya karena satu atau dua kali shift malam, melainkan akibat akumulasi dalam jangka panjang.
“Itu terjadi akibat akumulasi sepanjang bekerja, bukan hanya 1–2 kali bekerja,” tulisnya lagi.
Risiko Tidak Bisa Dianggap Sepele
Para ahli menilai pola kerja shift malam memang sulit dihindari di sejumlah sektor seperti kesehatan, industri, transportasi, hingga keamanan.
Namun, pekerja tetap disarankan menjaga pola hidup sehat untuk menekan risiko kesehatan yang muncul.
Mulai dari menjaga kualitas tidur, rutin berolahraga, mengatur pola makan, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting bagi pekerja dengan jadwal malam. (*)
Editor : Miftahul Khair