PONTIANAK POST - Kebab menjadi salah satu hidangan khas Timur Tengah yang populer di berbagai negara. Di balik cita rasanya yang khas, kombinasi bahan yang digunakan membuat menu ini dinilai lebih bersahabat bagi kesehatan jantung.
Mengandalkan Daging Rendah Lemak
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa kebab menggunakan daging bebas lemak sebagai bahan utama.
Daging tersebut dipadukan dengan berbagai rempah yang dikenal sebagai bumbu "pepak" atau lengkap.
Baca Juga: Rahasia Masakan Timur Tengah Mengolah Daging Lebih Ramah Jantung
Komposisinya meliputi bawang putih, kunyit, kumin, ketumbar, lada hitam, yoghurt rendah lemak, minyak zaitun, lemon, bawang merah, dan paprika.
Proses Marinasi Jadi Bagian Penting
Campuran rempah yang telah dihaluskan dioleskan ke daging kemudian disimpan di lemari es selama satu hingga dua jam sebelum dimasak.
Setelah proses tersebut selesai, daging dapat dipanggang atau digoreng sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Makan Daging Kambing Tidak Selalu Berbahaya, Asal Tidak Berlebihan
Mengapa Dinilai Lebih Aman?
Menurut Prof Mangestuti, ada beberapa alasan mengapa kebab dianggap lebih ramah terhadap kesehatan jantung.
Selain menggunakan daging bebas lemak dalam jumlah tidak berlebihan, hidangan ini juga memanfaatkan rempah-rempah yang membantu mengendalikan kadar kolesterol.
Penggunaan minyak zaitun secukupnya, sayuran sebagai sumber serat, serta yoghurt rendah lemak juga menjadi nilai tambah.
Baca Juga: Benarkah Daging Kambing Tinggi Kolesterol? Ini Fakta Gizi dan Cara Konsumsi yang Tepat
Lebih Baik dengan Pendamping Sehat
Hasil yang lebih baik dapat diperoleh apabila kebab disajikan bersama nasi merah, salad mentimun dan tomat, sayuran, atau roti gandum.
Kombinasi tersebut membantu menciptakan pola makan yang lebih seimbang. (*)
Editor : Chairunnisya