Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Efek Begadang Tidak Hanya Mengantuk, Metabolisme Tubuh Juga Ikut Terganggu

Chairunnisya • Jumat, 3 Juli 2026 | 19:52 WIB
Ilustrasi nobar sepak bola (AI)
Ilustrasi nobar sepak bola (AI)

PONTIANAK POST - Begadang bukan hanya membuat mata mengantuk.

Kurang tidur juga memengaruhi ritme biologis tubuh yang berperan penting dalam mengatur metabolisme dan penggunaan energi.

Ganggu Metabolisme dan Hormon

Baca Juga: Yogurt hingga Edamame, Pilihan Camilan Sehat untuk Temani Begadang Nonton Bola

Menurut registered nutritionist Melliana Eka Cahyani StrGz, kurang tidur, bahkan hanya satu malam, dapat mengganggu ritme biologis tubuh yang berperan mengatur metabolisme, produksi hormon, dan penggunaan energi.

’’Ketika durasi tidur berkurang, hormon stres seperti kortisol meningkat dan sensitivitas insulin menurun. Akibatnya, sel-sel tubuh menjadi kurang efektif menggunakan glukosa sebagai sumber energi,’’ ujar Melliana, dikutip dari Jawapos.

Otak juga membutuhkan energi lebih besar agar tetap fokus ketika tubuh mengantuk. 

Baca Juga: Tips Nutrisi Sebelum Begadang Nonton Bola, Energi Tetap Stabil Hingga Pagi

Kondisi tersebut membuat seseorang lebih cepat lelah, sulit berkonsentrasi, serta mengalami penurunan performa fisik maupun mental pada hari berikutnya.

Rasa Lapar Meningkat Setelah Begadang

Efek lain yang sering muncul setelah begadang adalah rasa lapar yang meningkat.

Baca Juga: Ratusan Warga Penuhi Taman Kedondong, Nobar Piala Dunia Polres Ketapang Jadi Ruang Kebersamaan

Melliana mengatakan, kurang tidur memengaruhi keseimbangan hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar dan leptin yang memberikan sinyal kenyang.

’’Saat begadang, kadar ghrelin meningkat sedangkan leptin menurun. Akibatnya seseorang merasa lebih lapar meskipun kebutuhan energinya tidak bertambah secara signifikan,’’ jelasnya.

Kurang tidur juga membuat salah satu sistem di otak lebih aktif.

Akibatnya, seseorang cenderung menginginkan makanan tinggi gula, lemak, dan kalori karena dianggap mampu memberikan energi instan dan rasa nyaman.

’’Pilihan makanan semacam itu justru memicu lonjakan gula darah yang kemudian diikuti penurunan energi secara cepat atau energy crash. Dampaknya, rasa kantuk dan lemas semakin berat saat siang,’’ lanjut Melliana.

Tidur Tetap Tidak Tergantikan

Baca Juga: Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Euforia Sepak Bola Dihadirkan dari Mabes hingga Polsek

Selain mengatur pola makan, Melliana juga menekankan pentingnya menjaga hidrasi, berjemur saat pagi, melakukan aktivitas fisik ringan, serta memanfaatkan power nap selama 15–30 menit bila memungkinkan.

’’Tidak ada makanan yang bisa menggantikan fungsi biologis tidur. Namun, pola makan bergizi seimbang, hidrasi yang cukup, dan pemulihan tidur yang baik dapat membantu tubuh tetap fit dan produktif setelah begadang menonton pertandingan,’’ ucapnya. (*) 

Editor : Chairunnisya
#nobar Piala Dunia #begadang #metabolisme