PONTIANAK POST - Banyak orang mengenal probiotik sebagai bakteri baik yang membantu pencernaan. Namun, manfaatnya ternyata tidak berhenti di saluran cerna.
Keseimbangan mikrobiota usus juga berperan dalam menjaga suasana hati hingga kesehatan mental.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa beberapa jenis bakteri usus memengaruhi pengaturan mood melalui jaringan saraf yang menghubungkan saluran cerna dengan otak.
Baca Juga: Kenali Manfaat Probiotik untuk Pencernaan, Imunitas, dan Penyerapan Nutrisi Secara Optimal
Hubungan Usus dan Otak
Menurut Prof Mangestuti, hubungan antara saluran cerna dan otak harus tetap terjaga agar mampu membantu mengendalikan rasa cemas maupun gangguan emosional lain yang sering menyertai masalah pencernaan.
Gangguan lambung, stres kronis, maupun kecemasan dapat saling berkaitan melalui mekanisme tersebut.
Baca Juga: Tips Jaga Pola Makan Sehat Selama Ramadan dan Lebaran, Hindari Masalah Pencernaan
Probiotik Dukung Berbagai Terapi
Prof Mangestuti menjelaskan, berbagai ulasan ilmiah menunjukkan probiotik dan prebiotik memiliki hasil menjanjikan dalam berbagai strategi pengobatan.
Berbagai uji klinik menunjukkan manfaat probiotik pada diare, gangguan buang air besar, hingga alergi makanan.
Sejumlah penelitian juga membuktikan probiotik berpotensi membantu mengatasi diabetes, kegemukan, kanker, gangguan susunan saraf pusat, ginjal, dan kulit.
Baca Juga: Kurang Serat Disebut Tingkatkan Risiko Gangguan Pencernaan hingga Usus Buntu
"Peran ini erat berkaitan dengan kemampuannya untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi dan suplemen."
Keseimbangan Tetap Menjadi Kunci
Meski memiliki banyak manfaat, Prof Mangestuti menegaskan keseimbangan bakteri usus tetap menjadi faktor terpenting.
Ekosistem mikrobiota yang sehat membantu pencernaan, sistem imun, sekaligus mendukung kesehatan emosional. (*)
Editor : Chairunnisya