PONTIANAK POST - Menjaga kesehatan usus tidak hanya dilakukan dengan mengonsumsi probiotik. Tubuh juga membutuhkan prebiotik sebagai sumber makanan bagi bakteri baik agar tetap tumbuh dan bekerja optimal.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa prebiotik merupakan karbohidrat yang hanya dapat dicerna dengan bantuan bakteri usus dan umumnya berupa serat makanan.
Membantu Pertumbuhan Bakteri Baik
Baca Juga: Guru Besar Unair Ungkap Hubungan Bakteri Usus dengan Suasana Hati Manusia
Menurut Prof Mangestuti, prebiotik mampu memacu pertumbuhan bakteri usus sekaligus membentuk asam lemak rantai pendek yang penting bagi kesehatan saluran cerna.
Selain itu, prebiotik membantu memperbaiki penyerapan mineral, mendukung kesehatan metabolik, serta menjaga gerakan usus besar tetap teratur.
Banyak Bersumber dari Makanan Sehari-hari
Sumber prebiotik alami cukup mudah ditemukan, seperti bawang putih, bawang merah, kacang-kacangan, singkong, jagung, ubi jalar, dan gandum.
Baca Juga: Kenali Manfaat Probiotik untuk Pencernaan, Imunitas, dan Penyerapan Nutrisi Secara Optimal
Bawang putih mengandung fructan yang secara selektif memicu pertumbuhan bakteri usus Bifidobacteria sekaligus menekan pertumbuhan bakteri Clostridia penyebab penyakit.
Sementara bawang merah mengandung karbohidrat, serat, vitamin, mineral, glukosa, fruktosa, sukrosa, dan oligosakarida yang berfungsi sebagai prebiotik.
Baca Juga: Kurang Serat Disebut Tingkatkan Risiko Gangguan Pencernaan hingga Usus Buntu
Prof Mangestuti juga menyebut chia seed sebagai sumber makanan bagi bakteri usus karena kandungan seratnya membentuk gel lembut yang menyediakan makanan secara bertahap.
Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan almond mampu memperbaiki pertumbuhan Eubacterium rectale, Bifidobacteria, serta meningkatkan Lactobacillus spp. yang membantu menekan perkembangan bakteri merugikan. (*)
Editor : Chairunnisya