PONTIANAK POST - Growing pain adalah rasa nyeri, kram, atau pegal pada otot kaki anak yang sering terjadi pada usia 3 sampai 12 tahun.
Growing pain memang tidak membahayakan kesehatan maupun pertumbuhan anak. Namun, rasa nyeri yang muncul pada malam hari sering kali membuat anak sulit tidur dan merasa tidak nyaman.
Dilansir dari Jawapos, Dr dr Dian Pratamastuti SpA, mengatakan tidak ada pengobatan khusus untuk growing pain. Penanganan lebih difokuskan untuk mengurangi rasa nyeri ketika keluhan muncul.
Baca Juga: Anak Sering Kaki Nyeri Saat Malam Hari? Kenali Ciri-Ciri Growing Pain
Kompres Hangat dan Obat Pereda Nyeri
Apabila nyeri cukup mengganggu, anak dapat diberikan obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter.
"Tidak ada pengobatan khusus. Boleh minum parasetamol atau ibuprofen untuk menghalau nyeri. Di rumah, bisa dikompres air hangat atau mandi air hangat dan dipijat lembut otot yang nyeri," bebernya.
Baca Juga: Tak Perlu Panik, Begini Tips Praktis Mengembalikan Selera Makan Anak yang GTM
Selain membantu meredakan nyeri, suasana hangat juga dapat membuat anak lebih rileks sehingga tidur menjadi lebih nyaman.
Penuhi Vitamin D dan Hindari Aktivitas Berlebihan
Dr Dian juga mengingatkan pentingnya mencukupi kebutuhan vitamin D selama masa pertumbuhan. Menurutnya, anak yang mengalami defisiensi vitamin D memiliki risiko lebih tinggi mengalami growing pain.
Selain itu, orang tua dianjurkan membiasakan anak melakukan stretching sebelum beraktivitas fisik, melakukan pendinginan setelah berolahraga, serta memberi waktu istirahat yang cukup.
Baca Juga: Tips Ampuh Atasi Anak Demam di Rumah, Orang Tua Wajib Tahu!
"Intinya boleh beraktivitas, tapi hindari berlebihan supaya tidak mencetuskan nyeri pada malam harinya," papar dr Dian.
Dengan aktivitas fisik yang seimbang, istirahat cukup, serta pemenuhan kebutuhan vitamin D, keluhan growing pain dapat lebih mudah dikendalikan tanpa mengganggu aktivitas maupun proses tumbuh kembang anak. (*)
Editor : Chairunnisya