PONTIANAK POST - Masa menyusui menjadi periode penting bagi ibu dan bayi. Selain menjaga pola makan bergizi seimbang, sejumlah bahan alami juga terus diteliti karena potensinya dalam mendukung produksi air susu ibu (ASI). Salah satunya adalah daun kelor.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa daun kelor termasuk salah satu laktagogum alami yang mendapat perhatian para peneliti.
Daun Kelor Berpotensi Menjadi Laktagogum Alami
Baca Juga: Mengapa Daun Kelor Disebut Superfood? Ini Penjelasan Prof Mangestuti Agil
Laktagogum merupakan bahan atau obat yang berfungsi merangsang sekaligus meningkatkan produksi ASI.
Menurut Prof Mangestuti Agil, daun kelor termasuk salah satu laktagogum alami yang dipertimbangkan untuk mendukung ibu menyusui, termasuk melalui program makan bergizi gratis.
"Laktagogum adalah bahan atau obat yang merangsang dan meningkatkan produksi air susu ibu. Kelor termasuk salah satu laktagogum alamiah yang terpilih bagi ibu menyusui melalui program makan bergizi gratis," ungkapnya.
Baca Juga: Daun Kelor Membantu Memenuhi Nutrisi Kesehatan Reproduksi
Penelitian Thailand Menunjukkan Peningkatan Volume ASI
Potensi tersebut turut menjadi perhatian peneliti di Thailand yang hasil penelitiannya dipublikasikan pada 2022.
Dalam penelitian itu, relawan merupakan ibu menyusui yang telah memenuhi sejumlah persyaratan, seperti usia, kondisi kesehatan, cara persalinan, hingga riwayat alergi terhadap kelor.
Selama penelitian, para peneliti mengamati volume ASI yang diminum bayi, kecukupan produksi ASI, tingkat kepuasan ibu, serta kondisi ibu selama masa menyusui.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Daun Kelor Disebut Superfood Sumber Vitamin A
Kapsul Daun Kelor Diberikan Sejak Hari Ketiga Setelah Melahirkan
Penelitian dilakukan menggunakan protokol yang dirancang secara teliti.
Daun kelor diberikan dalam bentuk kapsul berisi 450 miligram serbuk daun kelor setiap hari. Konsumsi dimulai sejak hari ketiga setelah persalinan.
Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan volume ASI dibandingkan kelompok plasebo.
Pada pemantauan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, penelitian tersebut mencatat peningkatan volume ASI sebesar 52,3 persen.
Mendukung Target ASI Eksklusif WHO
Prof Mangestuti Agil menjelaskan bahwa hasil tersebut sesuai dengan target minimal World Health Organization (WHO) terkait pemberian ASI eksklusif.
Baca Juga: Nikmati Detoks Alami dengan Minuman Daun Kelor, Yuk Coba Resepnya
"Itu sesuai angka sasaran World Health Organization (WHO) minimum 50% pada pemberian ASI eksklusif enam bulan ke atas sejak kelahiran. Artinya, konsumsi kelor menjamin keberhasilan program menyusui. Jangan lupa, perlu pemenuhan gizi seimbang dari buah, sayur, biji-bijian, protein, dan telur untuk mencapainya," ungkapnya.
Menurutnya, pemenuhan gizi seimbang tetap menjadi faktor penting agar proses menyusui berlangsung optimal.
Tetap Perlu Pola Makan Bergizi Seimbang
Selain potensi manfaat daun kelor, Prof Mangestuti Agil mengingatkan bahwa ibu menyusui tetap membutuhkan asupan gizi lengkap dari berbagai sumber makanan.
Baca Juga: Meski Baik untuk Kesehatan, Berikut Efek Samping Daun Kelor yang Perlu Anda Ketahui
Buah, sayuran, biji-bijian, protein, dan telur tetap diperlukan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. (*)
Editor : Chairunnisya