PONTIANAK POST - Goji berry semakin menarik perhatian dunia penelitian.
Tidak hanya dikenal sebagai buah dengan kandungan antioksidan tinggi, berbagai studi juga mengungkap beragam aktivitas biologis yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa sejumlah penelitian telah mengulas berbagai efek biologis goji berry yang berkaitan dengan kandungan senyawa aktif di dalamnya.
Baca Juga: Goji Berry Mulai Dikenal, Buah Kaya Antioksidan dengan Sejarah Ribuan Tahun
Beragam Aktivitas Biologis Goji Berry
Dalam ulasan ilmiah peneliti Serbia pada 2022, goji berry dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis, antara lain sebagai antioksidan, antiradang, antimikroba, pendongkrak imunitas, antidiabetik, pelindung fungsi saraf, antikanker, prebiotik, hingga antiobesitas.
Menurut Prof Mangestuti Agil, berbagai aktivitas tersebut berkaitan dengan kandungan senyawa golongan fenolik di dalam goji berry.
Baca Juga: Kandungan Nutrisi Goji Berry Ternyata Lengkap, Simak Fakta Menarik dari Penelitian
Senyawa tersebut meliputi asam fenolat, flavonoid, kumarin, lignan, beserta turunannya yang telah banyak dipelajari melalui berbagai penelitian.
Goji Berry Hitam Memiliki Aktivitas Antioksidan Tinggi
Penelitian juga mengungkap adanya perbedaan kandungan senyawa aktif pada berbagai jenis goji berry.
Buah goji berry hitam yang berasal dari Lycium ruthenicum diketahui memiliki aktivitas antiradang, antilipidemik, dan antiobesitas.
Baca Juga: Daftar Bahan Herbal Alami Pencegah Kerusakan Kulit Akibat Sinar Matahari
Jenis ini juga dilaporkan memiliki kandungan total fenolik paling tinggi sehingga menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih besar dibandingkan jenis lainnya.
Menurut Prof Mangestuti Agil, perbedaan kandungan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jenis tanaman, varietas, kondisi geografis, hingga perlakuan pascapanen.
Berpotensi Mendukung Kesehatan Usus
Selain senyawa fenolik, kandungan karbohidrat pada goji berry juga mulai menjadi perhatian para peneliti.
Berbagai studi menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat dalam jus goji berry memberikan harapan sebagai pendukung sistem imun tubuh.
Baca Juga: Krokot Berpotensi Menjaga Sistem Imun hingga Kesehatan Kulit
Selain itu, kandungan tersebut juga dikaitkan dengan keberadaan bakteri baik di usus serta berpotensi memacu pertumbuhan probiotik.
Temuan ini memperluas pemahaman bahwa manfaat goji berry tidak hanya berasal dari kandungan antioksidannya, tetapi juga dari komponen nutrisi lain yang bekerja secara bersama-sama.
Uji pada Relawan Dewasa
Salah satu informasi menarik berasal dari penelitian terhadap relawan dewasa sehat di Tiongkok.
Baca Juga: Kenali Manfaat Probiotik untuk Pencernaan, Imunitas, dan Penyerapan Nutrisi Secara Optimal
Dalam penelitian tersebut digunakan produk jus goji berry komersial dengan berat buah tertentu serta kandungan karbohidrat yang telah distandarkan.
Setelah dikonsumsi selama 14 hari, hasil pengamatan menunjukkan adanya perbaikan kesehatan dan kesejahteraan umum para relawan.
Perbaikan tersebut meliputi performa sistem saraf, kondisi psikologis, hingga fungsi saluran cerna.
Baca Juga: Resep Rebusan Jahe untuk Asam Lambung, Cara Alami Menjaga Kesehatan Pencernaan
Menurut Prof Mangestuti Agil, hasil tersebut dinilai konsisten dengan manfaat goji berry yang telah digunakan secara turun-temurun dalam praktik pengobatan tradisional.
Masih Terus Dikembangkan Melalui Penelitian
Meski berbagai hasil penelitian menunjukkan potensi yang menjanjikan, kajian mengenai goji berry masih terus berkembang.
Berbagai penelitian dilakukan untuk memahami mekanisme kerja setiap kandungan aktif sehingga pemanfaatannya di bidang pangan maupun kesehatan dapat dikembangkan secara lebih optimal berdasarkan bukti ilmiah. (*)
Editor : Chairunnisya