Dilansir dari Jawapos. Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa masyarakat di sejumlah negara Asia telah lama menggunakan air beras untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan ringan, termasuk masalah saluran cerna yang menyebabkan diare.
Baca Juga: Air Beras dan Air Cucian Beras, Apa Bedanya? Ternyata Sama-Sama Punya Beragam Manfaat
Diteliti untuk Kesehatan Usus
Menurut Prof Mangestuti Agil, sebuah penelitian yang dilakukan peneliti India pada 2024 mempelajari pengaruh air beras fermentasi terhadap keseimbangan bakteri menguntungkan di dalam usus.
Penelitian menggunakan jenis khusus beras India yang dimasak menjadi nasi, kemudian difermentasi bersama air beras.
Proses fermentasi dilakukan dengan menambahkan air ke dalam nasi dan menyimpannya semalaman di dalam kuali tanah liat.
Baca Juga: Air Cucian Beras Berpotensi Menjadi Perawatan Kulit Alami, Ini Hasil Penelitiannya
Selanjutnya, para peneliti mengamati jenis bakteri hasil fermentasi, kandungan prebiotik, probiotik, dan postbiotik melalui pengujian menggunakan kultur sel usus.
Memperkaya Probiotik dan Postbiotik
Prof Mangestuti Agil menjelaskan bahwa penelitian tersebut menunjukkan proses fermentasi memperkaya probiotik yang mendukung kehidupan bakteri baik di dalam usus.
Aktivitas tersebut kemudian menghasilkan postbiotik, yaitu zat bioaktif yang terbentuk setelah berlangsungnya proses pencernaan prebiotik dan probiotik.
Baca Juga: Mengenal Daun Ungu, Tanaman Herbal Nusantara yang Terus Menarik Perhatian Peneliti
Temuan ini memberikan gambaran bahwa proses fermentasi tidak hanya mengubah karakteristik air beras, tetapi juga menghasilkan berbagai komponen yang berpotensi mendukung kesehatan saluran cerna.
Mendukung Fungsi Saluran Cerna
Dalam penelitian tersebut, pembentukan postbiotik terbukti dapat meningkatkan penyerapan makanan melalui usus.
Selain itu, hasil pengamatan menunjukkan adanya penguatan dinding pembatas usus serta terdeteksinya penanda khusus yang mengindikasikan perbaikan kesehatan sel epidermis usus.
Baca Juga: Ini Kelompok Herbal Yang Mendukung Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Alami
Menurut Prof Mangestuti Agil, keseimbangan ekosistem bakteri usus merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Karena itu, penelitian mengenai air beras fermentasi menjadi menarik untuk terus dikembangkan.
Masih Memerlukan Penelitian Lanjutan
Prof Mangestuti Agil menuturkan, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa air beras yang difermentasi, misalnya dengan didiamkan semalaman, berpotensi meningkatkan pertumbuhan campuran probiotik dan zat bioaktif.
Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri menguntungkan di dalam usus.
Meski memberikan hasil yang menjanjikan, penelitian mengenai air beras fermentasi masih terus berkembang sehingga diperlukan kajian lanjutan untuk memahami manfaat dan mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. (*)