PONTIANAK POST - Masa setelah melahirkan merupakan periode ketika tubuh ibu menjalani proses pemulihan.
Dalam tradisi perawatan, proses tersebut tidak hanya dilakukan melalui konsumsi ramuan herbal, tetapi juga mencakup makanan, perawatan tubuh, istirahat, menyusui, dan dukungan keluarga.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan jamu nifas merupakan bagian dari sistem perawatan ibu pascamelahirkan.
Baca Juga: Jalan Rusak Hambat Perjalanan ke Rumah Sakit, Warga Ketapang Melahirkan di Tengah Jalan
Nifas adalah masa sejak melahirkan sampai dengan pulihnya tubuh dan organ reproduksi, yang berlangsung selama enam minggu.
Saat hamil, tubuh perempuan mengalami berbagai perubahan, terutama pada organ reproduksi, termasuk rahim dan organ kelamin wanita.
Perubahan tersebut perlu dikembalikan kepada kondisi sebelum kehamilan agar organ reproduksi dapat berperan kembali secara baik bersama organ penting lainnya.
Baca Juga: Tidak Ada Ucapan Selamat, Awkarin Absen Saat Erika Carlina Melahirkan
Tanpa tindakan pengembalian itu, dikhawatirkan dapat terjadi gangguan kesehatan, seperti pendarahan, infeksi, tekanan darah tinggi, dan nyeri kronik.
Enam Pilar Perawatan Pascamelahirkan
Perawatan wanita pascamelahirkan juga menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional pada sistem pengobatan tradisional India, Tiongkok, dan Jepang. Ayurveda memandang pentingnya fase ini dalam kehidupan wanita untuk mengembalikan kondisi tubuh kepada keadaan sebelum melahirkan (2022).
Dalam dunia kedokteran, masa nifas berlangsung sekitar enam minggu setelah persalinan. Selama periode ini, rahim secara bertahap mengecil kembali ke ukuran semula, luka akibat persalinan mulai sembuh, keseimbangan hormon berubah secara drastis, dan produksi air susu ibu (ASI) dimulai.
Baca Juga: Aipda Benny Bopong Ibu Melahirkan, Kapolres Melawi: Sosok Polri Penolong Masyarakat
Secara praktis, perawatan pascamelahirkan secara menyeluruh terdiri dari enam pilar yang saling melengkapi, yaitu jamu herbal, makanan bergizi, perawatan tubuh, istirahat, menyusui, dan dukungan keluarga.
Peran Jamu Herbal
Aneka jamu herbal menggunakan rimpang kunyit, jahe, temulawak, dan kencur dalam berbagai ramuan tradisional.
Pemakaiannya membantu menghangatkan tubuh, memperbaiki nafsu makan, mengurangi rasa tidak nyaman, serta memulihkan stamina.
Hasil penelitian menunjukkan kandungan senyawa bioaktif antioksidan dan antiinflamasi yang menopang proses pascapersalinan. Namun, jamu hanya menjadi salah satu bagian dari perawatan secara keseluruhan.
Baca Juga: Seorang Ibu di Kapuas Hulu Terpaksa Melahirkan di Speedboat saat Menuju Puskesmas
Makanan, Istirahat, dan Dukungan Keluarga
Ilmu gizi menengarai bahwa ibu menyusui membutuhkan tambahan energi, protein, vitamin, mineral, serta cairan yang memadai. Praktik pantangan makan, seperti ikan dan telur, perlu dipelajari alasannya agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
Perawatan tubuh juga menjadi bagian dari sistem tersebut, seperti pijat nifas, penggunaan tapel pada perut, pilis di dahi, param pada tubuh, hingga mandi atau berendam dengan air rebusan daun dan rempah-rempah.
Praktik ini diharapkan menimbulkan rasa nyaman, membantu relaksasi otot, serta meningkatkan kualitas istirahat.
Baca Juga: Detik-detik Seorang Ibu Melahirkan di Truk Saat Banjir Mempawah, Kini Dirawat di Rumah Sakit
Istirahat yang cukup merupakan bagian penting dari proses penyembuhan. Sementara itu, dukungan keluarga dalam membantu pekerjaan rumah, memberikan semangat, serta mendampingi ibu selama masa nifas merupakan bentuk “obat” yang tidak dapat digantikan oleh ramuan herbal apa pun.
Penelitian membuktikan perlunya dukungan sosial dalam menurunkan risiko depresi pascapersalinan dan mempercepat pemulihan ibu (2022). (*)
Editor : Chairunnisya