PONTIANAK POST - Perawatan setelah melahirkan dalam tradisi tidak hanya berkaitan dengan ramuan yang diminum. Ada pula perawatan tubuh yang dilakukan selama masa nifas untuk membantu ibu merasa lebih nyaman setelah persalinan.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan ada tiga langkah dasar perawatan nifas selama 40 hari yang efektif dan sebaiknya tidak ditinggalkan.
Langkah tersebut diawali dengan mandi seluruh tubuh menggunakan sabun, termasuk penggunaan air rebusan daun sirih untuk membilas organ kewanitaan.
Baca Juga: Jalan Rusak Hambat Perjalanan ke Rumah Sakit, Warga Ketapang Melahirkan di Tengah Jalan
Air Rebusan Daun Sirih
Air rebusan daun sirih digunakan dalam perawatan tersebut. Air rebusan bekerja sebagai antiseptik, antibakteri, antijamur untuk mencegah infeksi luka pascapersalinan.
Penggunaan air rebusan sirih menjadi bagian dari langkah awal perawatan tubuh setelah ibu menjalani persalinan.
Dilanjutkan dengan Bengkung
Setelah mandi, perawatan dilanjutkan dengan pemasangan bengkung, yaitu mengikat daerah perut dengan selendang khusus sepanjang 2 meter atau lebih. Tujuannya membantu mempercepat kembalinya rahim dan bentuk tubuh pada posisi semula.
Baca Juga: Perawatan Pascamelahirkan Tidak Cukup dengan Jamu, Ini Enam Pilarnya
Pemakaian bengkung didahului dengan pemberian tapel di bagian perut. Tapel dibuat dengan membalurkan campuran minyak kayu putih dan perasan jeruk nipis ke semua area perut dan panggul.
Baluran ini efektif, berfungsi membantu menghangatkan, mengencangkan kulit untuk mencegah lipatan kulit karena pembesaran perut semasa hamil (2022).
Bagian dari Perawatan Tubuh
Mandi, penggunaan tapel, dan pemasangan bengkung merupakan bagian dari perawatan tubuh dalam masa nifas.
Baca Juga: Bau Badan Sangat Mengganggu, Daun Sirih Jadi Solusi Alami Mengatasinya
Perawatan tersebut melengkapi bagian lain dari sistem perawatan ibu pascamelahirkan yang mencakup jamu herbal, makanan bergizi, istirahat, menyusui, dan dukungan keluarga.
Dengan demikian, perawatan nifas tidak hanya berfokus pada satu jenis ramuan, tetapi mencakup berbagai bentuk perawatan yang dilakukan selama masa pemulihan setelah melahirkan. (*)
Editor : Chairunnisya