Jamu Pascamelahirkan Punya Banyak Ramuan, Kenali Ragamnya dalam Tradisi

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 23:20 WIB
Ilustrasi ibu baru melahirkan yang susah tidur. (FREEPIK)
Ilustrasi ibu baru melahirkan yang susah tidur. (FREEPIK)

PONTIANAK POST - Masa nifas menjadi periode penting bagi ibu setelah melahirkan. Dalam tradisi perawatan pascamelahirkan, jamu hadir sebagai salah satu bagian dari rangkaian perawatan untuk mendukung pemulihan tubuh.

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan berbagai ramuan digunakan dalam perawatan ibu pascamelahirkan.

Salah satunya adalah jamu galian. Ramuan ini terdiri atas 5–7 bahan herbal dengan khasiat menjaga kesehatan organ reproduksi, antiradang, antioksidan, dan pengembalian energi.

Baca Juga: Kunyit dan Beluntas dalam Jamu Pascamelahirkan untuk Membantu Mengatasi Bau Badan

Jamu Galian dan Kunyit Asam

Jamu galian memiliki rasa yang memang pahit. Bagi yang ingin praktis, terdapat pilihan jamu kunyit asam. Jamu kunyit asam diminum setiap hari secangkir selama 7 hari, kemudian dilanjutkan dua kali seminggu sampai 40 hari.

Manfaatnya baik untuk menjaga fungsi organ reproduksi dan organ vital lain secara benar.

Jamu dengan Bahan Herbal

Baca Juga: Mengenal Perawatan Nifas Tradisional dari Mandi hingga Penggunaan Bengkung

Berbagai ramuan jamu pascamelahirkan menggunakan bahan herbal seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur. Pemakaiannya membantu menghangatkan tubuh, memperbaiki nafsu makan, mengurangi rasa tidak nyaman, serta memulihkan stamina.

Hasil penelitian menunjukkan kandungan senyawa bioaktif antioksidan dan antiinflamasi yang menopang proses pascapersalinan.

Selain ramuan yang diminum, perawatan tubuh juga menjadi bagian dari sistem perawatan nifas. Bentuknya antara lain pijat nifas, penggunaan tapel, pilis, param, hingga mandi atau berendam dengan air rebusan daun dan rempah-rempah.

Jamu Hanya Salah Satu Bagian

Perawatan ibu setelah melahirkan tidak berhenti pada konsumsi jamu. Sistem perawatan tersebut mencakup makanan bergizi, perawatan tubuh, istirahat, menyusui, serta dukungan keluarga.

Baca Juga: Perawatan Pascamelahirkan Tidak Cukup dengan Jamu, Ini Enam Pilarnya

Istirahat yang cukup merupakan bagian penting dari proses penyembuhan. Dukungan keluarga dalam membantu pekerjaan rumah, memberikan semangat, serta mendampingi ibu selama masa nifas juga memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh ramuan herbal apa pun.

Dengan demikian, jamu nifas dapat dipahami sebagai salah satu bagian dari rangkaian perawatan ibu pascamelahirkan yang lebih luas, bersama berbagai bentuk perawatan tubuh, pemenuhan kebutuhan makanan, istirahat, menyusui, dan dukungan keluarga. (*)

Editor : Chairunnisya
kunyit asam jamu nifas jamu pascamelahirkan jamu galian pemulihan ibu