Kurma Muda Viral untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Membantu Mengatur Ovulasi?

Chairunnisya • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:38 WIB
Kurma muda (RADAR MAGELANG)
Kurma muda (RADAR MAGELANG)

PONTIANAK POST - Popularitas kurma muda semakin meningkat, terutama di kalangan perempuan usia muda.

Buah ini kerap dikaitkan dengan kesehatan reproduksi hingga dipercaya dapat membantu mengatur ovulasi dan meningkatkan kesuburan.

Namun, klaim tersebut perlu dilihat secara lebih hati-hati. Kurma memang memiliki berbagai senyawa bioaktif, tetapi potensi biologis tidak selalu berarti manfaat klinis yang sudah terbukti pada manusia.

Baca Juga: Mini Plant Sacha Inchi Disiapkan di Lombok Utara, Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi Petani Kurma dan Pasar Omega

Kurma Punya Tahapan Kematangan

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa kurma mengalami sejumlah tahapan perkembangan sebelum akhirnya matang.

Tahapan tersebut meliputi hababouk, kimri, khalal, ruthab, dan tamar.

Setiap tahap ditandai dengan perubahan kadar air, gula, tekstur, warna, serta kandungan senyawa bioaktif.

Baca Juga: Jagung hingga Kurma, Mengenal JAS-B Supermarket Hortikultura dari Singkawang

Pada tahap khalal, buah masih relatif keras, renyah, dan belum terlalu manis.

Ketika memasuki tahap ruthab, buah mulai melunak, kadar air menurun, dan rasa manis semakin kuat.

Pada tahap tersebut, sebagian sukrosa berubah menjadi gula invert, terutama glukosa dan fruktosa.

Baca Juga: Jus Kurma, Si Manis Penuh Khasiat

Perubahan ini membuat tekstur buah semakin lembut dan rasanya lebih manis.

Perbedaan tingkat kematangan juga berpengaruh terhadap kandungan senyawa bioaktif.

Kurma mengandung berbagai polifenol dan senyawa fenolik yang mempunyai aktivitas antioksidan serta berpotensi memberikan efek biologis lain.

Namun, jumlah dan jenis senyawa tersebut dapat berbeda karena dipengaruhi varietas, tempat tumbuh, dan tingkat kematangan.

Baca Juga: Yuk .. Pesan Jus Kurma, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

Karena itu, kurma muda dan kurma matang tidak dapat dianggap memiliki komposisi yang sama.

Fitoestrogen Bukan Berarti Hormon Estrogen

Salah satu alasan kurma muda dikaitkan dengan kesehatan reproduksi wanita adalah pembahasan mengenai fitoestrogen.

Fitoestrogen merupakan kelompok senyawa alami dari tumbuhan yang memiliki struktur tertentu sehingga dapat berinteraksi dengan reseptor estrogen di dalam tubuh.

Baca Juga: Doa Tertolak karena Sebutir Kurma

Namun, aktivitasnya tidak sama dengan hormon estrogen manusia dan umumnya jauh lebih lemah.

Fitoestrogen juga terdapat pada berbagai bahan pangan nabati, seperti kedelai, biji-bijian, sayuran, buah, dan tanaman lainnya.

Kelompok senyawanya beragam, antara lain isoflavon, lignan, dan stilben. Kurma juga mengandung berbagai senyawa fenolik dan flavonoid.

Baca Juga: Mengenal Daun Ungu, Tanaman Herbal Nusantara yang Terus Menarik Perhatian Peneliti

Sejumlah penelitian telah mengeksplorasi kemungkinan adanya aktivitas yang berkaitan dengan fitoestrogen pada buah kurma.

Bahkan, penelitian praklinis pada hewan telah dilakukan untuk melihat pengaruh ekstrak kurma terhadap sistem reproduksi dan siklus estrus.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya perubahan atau sinkronisasi siklus estrus pada dosis tertentu.

Namun, penelitian pada hewan tidak dapat langsung diterjemahkan menjadi bukti bahwa konsumsi kurma muda dapat mengatur ovulasi atau meningkatkan kesuburan pada wanita.

Baca Juga: Ini Kelompok Herbal Yang Mendukung Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Alami

Sampai saat ini, bukti klinis pada manusia untuk menyatakan kurma muda sebagai pengatur ovulasi masih belum cukup kuat.

Bukan Pengganti Penanganan Gangguan Kesuburan

Dengan demikian, kurma muda lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai obat untuk mengatasi gangguan kesuburan.

Baca Juga: Ginseng Berpotensi Mendukung Kesehatan Reproduksi dan Fungsi Seksual Pria

Bagi perempuan yang mengalami gangguan menstruasi, sulit hamil, atau masalah reproduksi lainnya, pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan. (*)

Editor : Chairunnisya
kesehatan reproduksi fitoestrogen kurma muda kesuburan wanita ovulasi