PONTIANAK POST - Menjaga kesehatan wanita menjelang menopause tidak hanya berkaitan dengan perubahan hormon, tetapi juga bagaimana tubuh dipersiapkan menghadapi berbagai perubahan alami.
Selain kedelai yang dikenal sebagai sumber fitoestrogen, tanaman lain yang menarik perhatian dalam mendukung kesehatan wanita adalah delima atau pomegranate.
Buah yang memiliki warna merah khas ini telah digunakan secara turun-temurun untuk berbagai kebutuhan kesehatan wanita.
Baca Juga: Jahe Membantu Mengurangi Kram Haid dan Mendukung Fungsi Reproduksi
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa delima memiliki beragam kandungan senyawa aktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh.
Delima Telah Lama Digunakan untuk Kesehatan Wanita
Delima merupakan salah satu tanaman yang telah dikenal dalam penggunaan tradisional. Salah satu pemanfaatannya adalah rebusan kulit buah delima yang mengandung zat astringen.
Baca Juga: Herbal Fitoestrogen Jadi Pilihan Alami Menghadapi Perubahan Pascamenopause Wanita
Kandungan tersebut telah lama digunakan untuk membantu mencegah atau mempercepat penyembuhan keputihan pada wanita.
Selain kulit buahnya, jus delima juga telah diteliti karena memiliki potensi dalam mendukung kesehatan wanita menghadapi masa menopause dan pascamenopause.
Manfaat tersebut berkaitan dengan berbagai kandungan bioaktif yang terdapat di dalamnya.
Beragam Senyawa Aktif dalam Delima
Menurut Prof Mangestuti, delima memiliki kandungan seperti alkaloid, antosianin, flavonoid, polifenol, sterol, tanin, dan terpen. Selain itu, delima juga mengandung zat nutrisi berupa vitamin, mineral, serta asam lemak.
Baca Juga: Isoflavon Kedelai Berpotensi Membantu Menjaga Kesehatan Wanita Saat Menopause
Beragam kandungan tersebut membuat delima menjadi tanaman yang menarik untuk dikaji karena memiliki aktivitas biologis yang beragam.
Kandungan senyawa aktif dalam delima diketahui memiliki potensi sebagai antioksidan dan antiradang.
Antioksidan Delima Mendukung Perlindungan Sel Tubuh
Salah satu hasil riset mengenai delima yang menarik adalah keberadaan ellagitannin. Senyawa tersebut memiliki potensi sebagai antikanker.
Selain itu, senyawa punicalagin yang terdapat pada jus dan kulit delima memegang peran utama dalam aktivitas antioksidan. Senyawa tersebut juga memberikan khasiat antiinflamatori dan antikanker.
Baca Juga: Bagaimana Ketentuan Iddah Perempuan yang Memasuki Masa Menopause?
Sementara itu, antosianin yang menyebabkan warna merah pada buah delima diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiradang. Aktivitas tersebut berperan dalam mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Herbal sebagai Pendamping Pola Hidup Sehat
Pemanfaatan delima menunjukkan bahwa tanaman herbal memiliki potensi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh.
Namun, manfaat herbal tetap perlu dipahami sebagai pendukung pola hidup sehat, termasuk menjaga asupan nutrisi dan keseimbangan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Hari Ini, Hari Menopause Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?
Dengan mengenal kandungan alami dalam tanaman seperti delima, masyarakat dapat lebih memahami potensi bahan pangan dan herbal yang telah lama digunakan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Editor : Chairunnisya