PONTIANAK POST - Temulawak menjadi salah satu tanaman yang sudah lama dikenal dalam penggunaan herbal di Indonesia. Rimpang ini juga ditengarai sebagai tanaman asli Indonesia yang digunakan untuk membantu meningkatkan nafsu makan.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan karakter pahit temulawak berkaitan dengan kandungan yang terdapat di dalamnya.
Xanthorrhizol dan Kurkuminoid
Kandungan amara pada temulawak terutama ditimbulkan oleh keberadaan xanthorrhizol dan kelompok kurkuminoid.
Baca Juga: Kunyit Asam dan Temulawak Mendukung Kesehatan Hormon Wanita Secara Alami
Prinsip kerjanya berkaitan dengan rangsangan terhadap reseptor rasa pahit di lidah. Rangsangan tersebut selanjutnya memacu aktivitas enzim pencernaan dan hormon lapar ghrelin.
Kedua kelompok kandungan tersebut bekerja sebagai stomakik alamiah, yaitu membantu proses pencernaan.
Dengan mekanisme tersebut, penggunaan temulawak secara turun-temurun untuk membantu nafsu makan memiliki penjelasan melalui jalur hormonal.
Baca Juga: Cara Membuat Sari Temulawak Khas Jawa: Segar dan Berkhasiat, Mudah Dibuat di Rumah
Membantu Fungsi Empedu dan Pankreas
Penelitian menunjukkan adanya sinergi kandungan kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak. Kombinasi tersebut membantu fungsi empedu dan pankreas untuk meningkatkan penyerapan makanan di usus serta meningkatkan nafsu makan.
Artinya, manfaat temulawak dalam konteks nafsu makan tidak hanya berkaitan dengan rasa pahitnya. Kandungan di dalam temulawak juga dikaitkan dengan aktivitas sistem pencernaan yang membantu tubuh dalam memproses makanan.
Hasil Penelitian pada Hewan Coba
Sebuah riset dilakukan pada hewan coba tikus untuk menganalisis efek pemberian ekstrak temulawak pada tikus jantan.
Baca Juga: Mengenal Daun Ungu, Tanaman Herbal Nusantara yang Terus Menarik Perhatian Peneliti
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah ekstrak yang dikonsumsi, berat badan, dan kadar ghrelin pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol.
Temuan tersebut menunjukkan adanya perubahan pada nafsu makan serta jalur hormonal setelah pemberian ekstrak temulawak pada hewan coba.
Tradisi Temulawak dan Penjelasan Ilmiah
Penggunaan temulawak sebagai herbal penambah nafsu makan telah dikenal secara turun-temurun.
Penelitian yang dilakukan kemudian memberikan gambaran mengenai mekanisme yang mungkin mendasari penggunaan tersebut, terutama melalui kandungan xanthorrhizol, kurkuminoid, minyak atsiri, serta keterkaitannya dengan reseptor rasa pahit dan hormon ghrelin.
Baca Juga: Cara Mudah Membuat Ramuan Temulawak untuk Menurunkan Kolesterol dan Kesehatan Jantung
Dengan demikian, temulawak tidak hanya dikenal karena tradisinya, tetapi juga menarik perhatian dari sisi mekanisme ilmiah yang berkaitan dengan pencernaan dan nafsu makan. (*)
Editor : Chairunnisya